Top Pick
Beri Keterangan Palsu, Dua Saksi Sidang Praperadilan Bupati Mabar Ditangkap Di Rumah Pengacara Anton Ali Wakil Gubernur NTT Bersama Sopir dan Ajudanya Positif Corona Hasil Kreatif, Warga Matim Sulap Kayu Jadi Furniture Keren Bangun Menara Salib Bersama Warga Tanggo-Matim, Mas Taufik: Berbeda Agama Bukanlah Halangan Diharapkan Mampu Menjamin Kesejahteraan Buruh, FSBDSI Resmi Hadir di Mabar Kunjungan Wisatawan Asing Segera Dibuka, lalu Apa Persyaratanya? Berikut Penjelasan Luhut

Wabah Covid-19 tidak Berdampak Terhadap Hasil Pertanian Petani Ende

POSTNTT.COM | Ende - Virus corona yang kini menjadi masalah global saat ini boleh saja membuat manusia di muka bumi ini harus lebih berwaspada dalam melakukan kontak antara satu dengan yang lainnya. Namun demikian, tentunya kita tidak berharap agar virus corona yang telah mengglobal ini ikut melemahkan dan memangsa hasil bumi kita.

Hal ini pun menyata ketika kita dihadapkan dengan fakta bahwa hasil panen padi dari salah satu kelompok tani yang dikenal dengan Kelompok Tani Mekar Baru di desa Woloau Kecamatan Maurole Kabupaten Ende, NTT yang tampak sangat memuaskan.

Hal ini pun dibenarkan oleh petugas penyuluhan pertanian Lapangan Desa Woloau, Emerentiana F. Wunu saat ditemui media pada Selasa (12/5)

Kepada Jurnalis POSTNTT.COM, Emerentiana Wunu mengatakan, meski manusia sedang dihadapkan dengan pandemi virus corona, namun hal tersebut tidak menghalangi petugas pertanian kecamatan Maurole untuk mengawal kegiatan panen. Dan disyukuri bahwa panen padi perdana musim ini dengan jenis tanaman padi varietas Ciherang yang ditanam KT Mekar Baru menuai hasil yang sangat memuaskan yakni 7 ton per hektare

"Syukur bahwa di tengah pandemi virus corona ini, hasil panen padi di sini menuai hasil yanh sangat memuaskan", ungkap Emerentiana Wunu.

Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Maurole,  Romanus Sait mengatakan, kendati kita dihadapkan dengan adanya pandemi corona, namun teman-teman penyuluhan tetap menjalankan tugasnya dengan baik dalam memberikan pendampingan kepada para petani.

Ditegaskan Romanus Sait, di saat seperti ini peran petani sangat dibutukan guna menjaga stok beras tetap stabil.

“Desa Woloau merupakan salah satu lumbung padi Kabupaten Ende. Untuk itu, penyuluh bersama petani tetap berusaha agar stok pangan di Kabupaten Ende tetap terpenuhi", ungkap Romanus Said.

Di samping itu, Ketua KT Mekar Baru, David Dode mengatakan, wabah virus corona yang melanda dunia saat ini tidak membuat semangat kelompok tani Mekar Baru surut dalam melakukan berbagai kegiatan pertanian. Hal ini tentunya sangat penting sehingga ketersediaan pangan di Kabupaten Ende tetap stabil.

“Kita sebagai petani punya tanggung jawab menjaga stok pangan. Kalau kami ikut terus berdiam diri di rumah dan tidak mengolah lahan, lalu siapa yang akan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat", ungkap David Dode.

Lebih lanjut, David Dode mengatakan, hasil panen padi kelompok mekar baru saat ini sangat memuaskan. Karena itu, pihaknya berterimakasih kepada para penyuluh prrtanian yang selalu memberikan pendampingan dalam proses pemupukan dan pengendalian hama. Tidak hanya itu, mewakili Kelompok tani Mekar Baru, David Dode juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende yang telah memercayai KT Mekar Baru dalam usaha memperbanyak benih di tingkat Kabupaten Ende.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas  Pertanian Kabupaten Ende, Marianus Alexsander mengatakan, kegiatan perbanyakan benih padi dalam dua wilayah kerja BPP, yaitu di Kecamatan Wewaria seluas 25 Hektar dan di Kecamatan Maurole seluas 5 hektar tersebut merupakan nantinya akan diajukan untuk sertifikasi sehingga sesegera mungkin disiapkan bagi para petani di Kabupaten Ende.

"Hasil panen tersebut selanjutnya akan diproses menjadi benih. Dan nantinya kalau sudah ada sertifikatnya maka akan dibagikan ke kelompok tani dan masyarakat Kabupaten Ende, Ujarnya
 
Di lain pihak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ende, Matilda Gaudensia Ilmoe mengatakan dari data Dinas Pertanian, Bulog dan pedagang pasar di Kabupaten Ende, diketahui bahwa dari  bulan Maret sampai dengan Oktober, kita masih mengalami kekurangan dua ribu lebih ton beras namun dengan adanya panen ini kebutuhan pangan seperti beras di Kabupaten Ende sangat tercukupi.
 
Di akhir pembicaraannya, Matilda pun menyampaikan harapannya agar para petani tidak menjual gabah maupun Beras kepada pedagang di luar daerah agar katahanan pangan Kabupaten Ende tidak mengalami kekurangan selama Pendemi Corona.

"Saya berharap agar para petani tidak menjual gabah atau beras kepada para pedagang di luar daerah sehingga ketahanan pangan kita pun tidak mengalami kekurangan, khususnya pula selama wabah corona ini masih ada", tutup Matilda.

 

Penulis : Ronal Degu

Editor    : Vansi Helmut


Halaman