Top Pick
Warga Pocoranaka Timur Gotong Royong Perbaiki Jalan Yang Longsor Sah, Empat Paslon Pilkada Mabar Dinyatakan Memenuhi Syarat Adaptasi Masa Pandemi, KemenkopUKM Gelar Pelatihan Pelaku UMKM Labuan Bajo Menyambut HUT Kemerdekaan RI IPELMEN Melakukan Aksi Sosial Donor Darah Relawan Kemanusiaan IBM Serahkan Bantuan Sembako Bagi Pasutri Penderita Disabilitas di Matim Ikatan Alumni St. Klaus-Kuwu Serahkan 500 Masker Kain Kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Manggarai

Warga Soroti Kinerja Kades Compang Teo, Ini Tanggapannya  

(Kantor Desa Compang Teo. Foto: Iren Leleng)

 

POSTNTT.COM | BORONG - Warga Compang Teo, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT menyoroti kinerja kerja kepala desa setempat. Hal tersebut terkait dengan beberapa pekerjaan fisik tahun anggaran 2020, seperti pengerjaan lapen di desa tersebut yang dinilai warga setempat belum tuntas dikerjakan. Tidak hanya itu, warga juga menyoroti dana insentif bagi 80 orang kader di desa tersebut yang belum dibagikan hingga kini

Hal ini dibenarkan oleh salah satu tokoh masyarakat yang enggan namanya dimediakan. Kepada Jurnalis media ini diingkapkan bahwa sejauh ini kepala desa
Compang Teo kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, NTT sudah mengangkangi regulasi yang ada selama ini.
Salah satu contoh yang diutarakan oleh tokoh masyarakat yang enggan namanya dimediakan tersebut adalah soal prioritas dana desa yang seharusnya fokus untuk Bantuan Langsung Tunai namun sebaliknya masih nekat untuk pengerjaan fisik di desanya.

"Akibatnya, pengerjaan proyek lapen tersebut pun mandek. Bahkan, besarnya pagu anggaran untuk pengerjaan tersebut tidak diketahui oleh warga karena papan tender proyek tersebut tidak dipajang oleh kepala desa setempat", ungkap tokoh masyarakat yang namanya enggan dimediakan tersebut.

Karena itu, lanjutnya, diharapkan agar kepala dese setempat bisa membagikan dana insentif bagi para kader dan mesti terbuka dengan publik dalam mengeksekusi sebuah proyek.

"Saya berharap agar dana insentif bagi para kader bisa dibagikan dan juga mesti transparansi dalam mengeksekusi sebuah proyek", ungkap tokoh masyarakat yang namanya enggan dimediakan tersebut

Menanggapi hal tersebut, Ubaldus Tamur selaku Kepala desa (Kades) Compang Teo, Keamatan Elar, saat dikonfirmasi media ini, mengakui bahwa apa yang dikeluhkan oleh warga tentang proyek lapen yang belum tuntas itu memang benar. Meski demikian, anggaran untuk sisa pengerjaan proyek lapen tersebut sebetulnya sudah dialihkan untuk pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT)


"Terkait aduan masyarakat tentang proyek lapen yang tidak tuntas dikerjakan itu betul. Namun untuk sisanya yang 38 meter itu, anggaranya diahlikan untuk proyek Tembok Penahanan Tanah (TPT)", ungkap Ubaldus Tamur

Lebih lanjut, Ubaldus Tamur menjelaskan, di titik lain, tepatnya menuju Dusun Teo juga akan dikerjakan karena memang sudah dianggarkan dan dananya masih ada di pihak ketiga.

Sementara itu, masih kata Ubaldus Tamur, terkait dana insentif bagi para kader yang berjumlah 80 orang, dirinya memastikan bahwa dalam waktu dekat akan diserahkan kepada para kader tersebut.

"Dalam waktu dekat, kami akan berikan dana insentifnya karena memang kita juga menunggu dana itu dari pihak ketiga, yaitu dana yang tersisa dari pemotongan volume proyek pembangunan rehabilitas/pengerasan jalan yang dipersoalkan oleh warga," ujarnya

Dijelaskan oleh Ubaldus Tamur, dana lapen itu memang sudah lunas diberikan ke pihak ketiga. Namun, dalam perjalanan waktu tidak dilanjutkan dengan pemotongan volume sepanjang 38 meter.

karena ada kebutuhan lain, seperti honor kader dan juga pembangunan TPT karena sebagian dana untuk kader dipakai untuk BLT sehingga ada pemotongan volumenya juga sepanjang 38 meter.


"Alasan kenapa tidak diteruskan karena ada kebutuhan lain, diantaranya honor kader dan bangun TPT. Hal itu dilakukan karena dana untuk kader waktu itu kita pakai untuk BLT sebagiannya," ungkap Ubaldus Tamur (Iren Leleng)


Halaman