Top Pick
Sosok Briptu Polisi Berto, Sang Pewarta di Polres Mabar Seorang Polisi Di Matim, Donasi Kursi Roda untuk Penderita Sakit Stroke Prahara Papagarang, Kades Dan Bendahara Saling Tuduh Korupsi Tim Uji Klinis Mengklaim Vaksin Covid-19 Nusantara Mampu Bertahan Seumur Hidup Menuju Pilkada Mabar, Paket HATI Optimis Diusung Tiga Parpol KPU Manggarai Tetapkan Hery-Hery Sebagai Bupati Dan Wakil Bupati Terpilih

Waspada! BMKG Peringati Potensi Gelombang Mirip Tsunami di NTT

BMKG peringati potensi gelombang mirip tsunami di NTT. Foto: ist

 


POSTNTT.COM | JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan potensi gelombang tinggi dari laut mirip tsunami yang memasuki wilayah daratan Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga besok, Rabu (7/4). Hal ini sebagai salah satu dampak siklon tropis seroja yang menjauh ke arah barat daya namun menimbulkan gelombang tinggi seperti tsunami di wilayah perairan NTT.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melalui siaran langsung di Youtube Sekretariat Presiden, mengatakan dampak yang dirasakan selain intensitas hujan deras juga angin kencang dan gelombang tinggi yang dikhawatirkan mirip Tnumani.

"Dampak yang terjadi hari ini hingga sekitar tanggal 7 adalah yang sangat dirasakan selain hujan lebat, tapi juga angin yang kencang dan gelombang tinggi yang dikhawatirkan ini mirip tsunami," tutur Kepala Dwikorita Karnawati, Selasa (6/4).

Meskipun tidak sekuat tsunami, Dwikorita menjelaskan gelombang tersebut terbentuk cukup tinggi dan berpotensi menerjang ke daratan. Dari pernyataan Dwikorita, gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan dengan ketinggian yang berbeda-beda. Diantaranya, gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter diproyeksi terjadi di Selat Sumba bagian timur, Selat Sape, Laut Sumbawa, perairan utara Sumbawa hingga Flores, dan Selat Wetar.

Selain itu, di perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar, perairan selatan Baubau hingga Kepulauan Wakatobi, Laut Banda Selatan bagian barat, dan Laut Arafuru bagian Barat.

Kemudian gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter diproyeksi terjadi di Selat Sumba bagian barat dan perairan selatan Flores. Sementara itu gelombang dengan ketinggian 4-6 meter diproyeksi di perairan selatan Pulau Sumba, peraiaran Pulau Sawu, Laut Sawu, dan peraiaran Kupang hingga Pulau Rote. Lalu gelombang dengan ketinggian lebih dari 6 meter diproyeksi berpeluang terjadi di Samudra Hindia di bagian selatan NTT.

Dwikorita juga menegaskan kondisi ini akan berlangsung sampai tanggal 7 April karena setelahnya siklon tropis seroja akan menjauh dari perairan NTT.

Meskipun kecepatan pusaran siklon akan terus menguat, kata dia, namun dampaknya diprediksi akan melemah di wilayah Indonesia.

Seperti yang diketahui, akibat hujan deras, banjir Bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Flores Timur, pada Minggu (4/4/2021). Musibah ini menyebabkan duka bagi masyarakat NTT, sebab banyak nyawa melayang. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir terjadi sekitar pukul 01.00 WITA karena cuaca ekstrem yang diakibatkan siklon tropis seroja.

Peristiwa itu pula yang menjadi salah satu penyebab Tagar #PrayforNTT trending di Twitter Indonesia hingga Senin (5/4/2021).

 


Sari


Halaman