Top Pick
Bantu Bencana Alam di Lembata, Gabungan Elemen masyarakat Ende Lakukan Aksi Kemanusiaan Peduli Orang Tua terdampak Covid-19, SMAK Ndao Kurangi Biaya SPP 634 Siswa Ucapan HUT RI Ke 75 Terkait Pemberitaan 'Bersuka Ria Di Kios', Ini Klarfikasi Lurah Tanah Rata Manggarai Timur Pos Covid Di Kecamatan Borong Ini Terpantau Sepi Tanpa Ada Penjaga Mahasiswa Nusa Lontar Kupang Bagikan Ratusan Masker Gratis

'Watu Niki' Gua Berlantai Dua di Flores

POSTNTT.COM | Borong - Keindahan alam Manggarai Timur memang tiada duanya. Selain karena memiliki pantai yang indah, Manggarai Timur rupanya juga memiliki banyak keindahan alam lainnya. Salah satunya adalah gua "Witu Niki" atau yang sering juga disebut gua berlantai dua. Gua tersebut diketahui terletak di desa Satar Nawang, Watunggong, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Melancong ke Manggarai Timur tidak seharusnya berkunjung ke destinasi wisata yang sama, seperti halnya yang dilakukan oleh wisatawan lokal dan juga wisatawan manca negara pada umumnya. Hal ini sangat penting sebab Kabupaten Manggarai Timur masih memiliki sejuta kekayaan alam dengan pemandangannya yang sangat luar biasa.

Gua witu niki tidak kalah saingnya dengan Gua (Liang) Bua di Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Keindahan Gua Witu Niki memang tidak diragukan lagi. Karena itu pula kiranya tidak berlebihan jika gua Witu Niki menjadi salah satu rekomendasi terbaik bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Kabupaten Manggarai Timur yang yang begitu memanjakan mata bagi setiap pengunjungnya.

Penelusuran POSTNTT.COM mencatat, selain memiliki dua lantai, di dalam gua Watu Niki terlihat adanya mata air yang menyerupai kolam kecil dan juga ratusan sarang kelalawar yang akan membuat para pengunjungnya tampak enggan untuk meninggalkan gua Witu Niki tersebut. Bahkan, tanpa dipoles pun gua Witu Niki sudah terlihat sangat indah dan cukup menarik simpatik para pengunjungnya.
Selain itu, pada lantai atas gua tersebut, terlihat air terjun serta kolam yang berukuran kecil yang dikelilingi bebatuan. Sementara itu, pada lantai bawah terdapat ratusan sarang kelelawar dan juga keadannya tampak sedikit gelap. Karena itu, para pengunjungnya pun diwajibkan untuk menggunakan penerang, seperti senter ataupun alat penerang lainnya. Tidak hanya itu, untuk menuju ke lantai bawah, pengunjungnya pun mesti ekstra berhati-hati karena terdapat beberapa bebatuan yang tampak sedikit licin.
Meski demikian, yang pastinya bahwa para pengunjungnya akan dihibur oleh ratusan kelelawar yang tampak berterbangan di pekarangan dengan suaranya yang begitu tampak nyaring.

Gua Witu Niki dijamin tidak akan mengecewakan hati para pengunjung. Selain karena jarak tempuhnya yang hanya membutuhkan waktu 6 menit, akses masuknya pun tampak sangat mudah. Hanya saja, para pengunjungnya memang diwajibkan untuk berjalan kaki ketika sampai di jalur Watunggong.

Geradus Naji, Kepala Desa Satar Nawang saat ditemui Jurnalis POSTNTT.COM pada
Sabtu (09/5) menjelaskan, gua Watu Niki merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh desa setempat yang direncanakan akan dikelolah oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Satar Nawang.

"Aset ini memang direncanakan akan dikelolah oleh desa. Namun demikian, pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia saat ini hingga memberi dampak yang cukup parah membuat semangat pihak BUMDES agak redup dalam mengelolah aset wisata yang sudah ada tersebut", ungkap Geradus Naji.

Lebih Lanjut, Geradus Naji mengatakan, sebagai penerapan desa wisata maka aset wisata alam yang sudah ada wajar dikelolah.

"Aset wisata ini memang pernah direkomedasikan ke Dinas Pariwisata Manggarai Timur. Namun demikian, hingga saat ini belum ada respon. Dan itu terjadi mungkin karena situasi covid-19", lanjut Geradus Naji.

 

Penulis : Iren Leleng

Editor : Vansi Helmut

Baca Juga