Top Pick
Puisi Ibrahim Abubekar : Tuhan Tahu Kesunyian Ini DPD PPNI Mabar Kutuk Keras Aksi Kekerasan Terhadap Tenaga Kesehatan di Lembor Dermaga Niaga Maurole Mubazir, Ketua FORMAPPEM Angkat Bicara Partai Solidaritas Indonesia Belu membagikan 1.000 Masker Gratis Masalah Pekerja Migran di Bahas Pada Kunker ADPRD Sikka di Ende APHPK Minta Pub Dibuka, Camat Komodo Beber Alasan Tetap Ditutup

HIMPMASPA Kupang Imbau Masyarakat NTT Untuk Tidak Menyebar Hoax Terkait Covid-19

POSTNTT.COM | Kupang - Virus Corona (Covid-19) yang menyerang manusia tanpa menagenal usia saat ini telah marak terjadi di dunia dan Indonesia. Pemerintah di setiap negara membuat segala kebijakan untuk mencegah dan mengatsi penyebaran Covid-19. Berdasarkan data dari pemerintah pusat bahwa jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 3.512 kasus pada Jumaat (10/04). Jumlah tersebut dikarenakan ada penambahan 219 kasus covid-19 yang tersebar di 33 propinsi. Hal ini menunjukan bahwa setiap hari jumlah pasien positif Covid-19  terus meningkat.

Di tengah meningkatnya pasien positif Covid-19, kecemasan masyarakat terhadap situasi ini juga meningkat yang diikuti dengan banyaknya sebaran informasi bohong atau hoax yang beredar.

Menanggapi banyaknya informasi hoax, sejumlah mahasiswa asal Macang Pacar, kabupaten Manggarai Barat yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Pelajar Macang Pacar (HIMPMASPA) Kupang menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berita atau informasi bohong yang beredar luas di media sosial.

Baca Juga : BREAKING NEWS : 1 Pasien Asal NTT Positif COVID-19

Hal itu disampaikan oleh ketua umum HIMPMASPA Kupang, Jelo Jehalu melalui press rilis yang diterima oleh POSTNTT.COM pada Jumaat (10/04). Jelo menegaskan bahwa masyarakat jangan mudah ditipu dengan informasi hoax yang beredar di media sosial ataupun berita­-berita lain yang tidak jelas sumbernya.

"Banyak sekarang informasi yang beredar di media sosial yang tidak jelas dan justru membuat situasi sosial masyarakat semakin cemas dan panik di tengah pandemi Covid-19”, tegasnya.

Jelo mencontohkan, ada seorang ibu rumah tangga di Labuan Bajo harus berurusan dengan kepolisian karena menyebar informasi bohong terkait adanya korban Covid-19 di Labuan Bajo, seperti yang dilansir oleh media POSTNTT.COM.

Baca Juga : Sebar Hoax Terkait Covid, Ibu Rumah Tangga Di Labuan Bajo ini Harus Berurusan Dengan Kepolisian


Selain itu, di kota Kupang juga ramai dengan isu dan beredarnya video yang mengatakan bahwa pemerintah kota Kupang akan lakukan lockdown, padahal sesungguhnya informasi tersebut hanyalah informasi bohong yang dibuat oleh sebagaian orang yang tidak bertanggung jawab.

Hal inilah menurut Jelo Jehalu sangat meresahkan masyarkat yang saat ini dipenuhi dengan rasa takut.

Mahasiswa UNWIRA Kupang itu juga meminta kepada pihak kepolisian untuk menelusuri segala berita hoax yang beredar di masyarakat.


“Sebagai mahasiswa dan
masyarakat, kami mengharapakan kepada pihak kepolisian untuk menelusuri atau menangkap pelaku yang membuat dan menyebarkan berita hoax, karena jika hal itu  dibiarkan maka semua kita akan dipenuhi dengan rasa takut", ungkapnya.

Baca Juga : Camat Maurole Ende Bentuk Tim Kordinasi Lintas Sektor Cegah Covid-19

Tidak hanya itu, ketua HIMPMASPA
Kupang juga meminta masyarakat agar bisa menyaring informasi yang
beredar luas baik di media sosial maupun dari lingkungannya agar kemudian informasi yang dikonsumsi tersebut benar-benar menerangkan situasi yang sebenarnya.

"Kami turut menghimbau kepada masyarakat agar jangan cepat terpengaruh dengan informasi yang tidak jelas sumbernya. Kami juga berharap kepada masyarakt NTT untuk tidak menyebarkan ketakutan terhadap sesama saudara kita dengan menciptakan informasi hoax. Mari bersama melawan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini", tutup Jelo.

 

 

Penulis : Hendra Hersan

Editor    : Edi Risal

 

 

Baca Juga