Top Pick
Di Sela Masa Reses, DPRD PAN Dapil 3 Sambangi Dua Sekolah Dasar Di Mabar Uluran Kasih RMM Untuk Karolina Krisana Niken Yang Lumpuh Sejak Lahir Punya Penyakit Bawaan, Pasien Terkonfirmasi Postif Covid- 19 di Ende Meninggal Dunia Hasil Pleno KPU Mabar Nyatakan Paket Edi-Weng Lolos Penetapan Cegah Penyebaran Covd-19, Pemkab Manggarai Barat Siapkan Anggaran 18.29 Miliar Harum Manggarai Timur, Risal Weka Menang Silat bebas

Diduga Lawan Petugas dan Tenggak Minuman Keras, Sejumlah Kaum Muda Di Manggarai Barat Diamankan Secara Terpaksa Oleh Petugas Kepolisian

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Sekelompok kaum muda di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT diamankan secara terpaksa oleh petugas keamanan dari Polres Manggarai Barat pada Sabtu malam (11/4). Hal tersebut rupanya dipicu lantaran kaum muda tersebut diduga melawan para petugas yang datang di lokasi kejadian setelah mendapat aduan dari masyarakat setempat tentang adanya sekelompok anak muda yang sedang berkumpul sambil mengkonsumsi minuman keras.

Hal ini diketahui dari press release yang diterima oleh POSTNTT.COM dari Polres Manggarai Barat pada Senin (13/4).

Baca Juga : HIMPMASPA Kupang Imbau Masyarakat NTT Untuk Tidak Menyebar Hoax Terkait Covid-19

Dalam Press release tersebut dituliskan, kronologi kejadiannya berlangsung pada hari Sabtu tanggal 11 April 2020 sekitar pukul 23.30 wita, piket call center 110 mendapat telepon pengaduan dari masyarakat terkait adanya sekelompok Pemuda yang berkumpul sambil mengkonsumsi minuman keras (Sopi) di Pendopo depan SMK Stella Maris, Labuan Bajo. Selanjutnya, Piket Penjagaan Polres Manggarai Barat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sesampainya di sana didapati sekelompok Pemuda sedang duduk berkumpul sebanyak 9 orang sambil mengkonsumsi Miras jenis Sopi. Kemudian, setibanya Petugas Piket Penjagaan dan anggota Dalmas di TKP maka langsung ditegur para Pemuda tersebut. Namun karena teguran petugas tersebut tidak diindahkan bahkan adanya perlawanan sehingga Petugas Piket Penjagaan bersama anggota Dalmas mengambil tindakan tegas berupa upaya paksa kepada sekelompok pemuda tersebut dan membawa kelompok Pemuda tersebut untuk diperiksa di Mapolres Manggarai Barat.

Lebih jauh, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian diketahui bahwa kaum muda tersebut berjumlah 9 orang. Dan, delapan orang diantaranya baru tiba di Labuan Bajo pada tanggal 11 April 2020 menggunakan kapal Ferry.

Baca Juga : Sebar Hoax Terkait Covid, Ibu Rumah Tangga Di Labuan Bajo ini Harus Berurusan Dengan Kepolisian

Dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian, diketahui bahwa kaum muda tersebut mengakui bahwa mereka sudah mengetahui adanya himbauan dari pemerintah terkait larangan untuk tidak mengadakan kegiatan kumpul-kumpul. Selain itu, mereka juga mengakui bahwa secara bersama-sama sejumlah 9 (sembilan) orang pada saat tersebut mengkonsumsi Miras jenis Sopi di Warung Pendopo samping SMK Stella Maris Labuan Bajo.

Sementara terkait anggota Polisi yang terlibat kekerasan kepada para pemuda tersebut, Kapolres Manggarai Barat mengaku telah perintahkan seksi propam untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum polisi yang bertugas dan terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sedangkan Hasil koordinasi antar pihak kepolisian dan Tim gugus tugas penanganan Covid 19 Manggarai Barat memutuskan bahwa para pemuda tersebut akan diinapkan di rumah karantina yang telah disediakan oleh pemerintah Manggarai Barat.

Baca Juga : Pengusaha Muda Ampape Sablon Ende Membagikan 1000 Masker Gratis

Tak lupa, Kapolres Manggarai Barat juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menaati protokol dan anjuran pemerintah seperti Physical Distancing, Sosial Distancing, menggunakan masker jika keluar rumah dan rajin mencuci tangan.

Selanjutnya, Ia juga berpesan agar masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan mendukung upaya pemerintah dalam memutuskan mata rantai virus Corona.

“Diimbau kepada seluruh masyarakat di masa seperti ini untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan mendukung semua upaya pemerintah untuk memutuskan mata rantai Covid-19” tutupnya.

 

 

Penulis : Edi Risal

Editor    : Vansi Helmut

Baca Juga