Top Pick
SISTEMATIKA PEMBANGUNAN DESA Presiden Jokowi Luncurkan Bantuan Tunai Tahun 2021 se-Indonesia Pengadilan Negeri Tondano Minahasa Resmikan Identitas sebagai Laki-Laki, Aprilio Perkasa Manganang Menangis Haru Rumpon Nelayan Ende Disapu Arus Laut NU Manggarai Barat Dukung Pemerintah Tindak Tegas Radikalisme Jangan Sampai Keliru! Begini Penjelasan Pakar Hukum Terkait Perbedaan Sengketa Tanah dengan Mafia Tanah

Bangun Menara Salib Bersama Warga Tanggo-Matim, Mas Taufik: Berbeda Agama Bukanlah Halangan

POSTNTT.COM | Borong - Sejauh ini, Propinsi Nusa Tenggara Timur masih dikenal sebagai Propinsi dengan tingkat toleransi yang tinggi. Selain karena keakraban dan juga rasa persaudaraannya yang tinggi di antara umat beragama, kenyataan tersebut juga rupanya memang tercermin dari sejumlah kegiatan gotong-royong dalam membangun tempat ibadah dan juga simbol keagamaan lainnya, seperti halnya pekerjaan memasang salib yang berlangsung di Kapela Tanggo, kelurahan kota ndora, kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, (NTT).

Demikian kesan singkat terkait video yang beredar pada laman facebook milik Denzz Desigmarin, salah satu warga kapela St. Elisabet Tanggo. Dalam vidio yang diunggahnya tersebut, terlihat seorang pria muslim yang akrab disapa dengan nama Mas Taufik begitu bersemangat dalam membangun menara salib berukuran besar bersama umat beragama Katolik di kampung Tanggo, Manggarai Timur pada Sabtu (21/03/20).

Baca Juga : BREAKING-NEWS : 1 Pasien Asal NTT Positif COVID-19

Penasaran dengan vidio yang beredar tersebut, media POSTNTT.COM pun mencoba menemui secara langsung sosok yang ada dalam vidio tersebut yang diketahui bernama Taufik pada Rabu (08/04/20).

Saat digali lebih jauh terkait vidio yang memperlihatkan keterlibatannya dalam pembuatan hingga pada pemasangan salib tersebut, pria kelahiran Jombang 1985 tersebut mengatakan, di tengah kesibukannya mengurus dunia usaha perbengkelan, dirinya juga meluangkan waktu untuk membuat sebuah salib yang kemudian dipasangnya bersama umat Katolik setempat pada sebuah Kapela yang terletak di kampung Tanggo, Kabupaten Manggarai Timur.

Baca Juga : Wabup Maria Geong Berikan Bantuan 18 Box Masker

Baginya, berlainan agama bukanlah suatu halangan bagi manusia untuk saling membantu dalam menyelesaikan suatu perkerjaan, termasuk dalam hal membuat dan mendirkan salib bagi umat Katolik di Kampung Tanggo, Manggarai Timur.

"Saya pun bangga dan senang bisa tinggal dan hidup bersama dengan orang-orang NTT, khususnya di kampung Tanggo, Manggarai Timur. Di sini, kerukunan beragama itu sungguh dijaga dengan baik serta semngat persaudaraannya begitu tinggi", kataTaufik.

Lebih jauh, Taufik pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga setempat yang telah menerima dan menjadikannya sebai bagian dari keluarga. Karena itu pula, dirinya pun menegaskan bahwa salib yang dikerjakannya secara suka rela tersebut kiranya bisa mewakili rasa ucapan terima kasihnya kepada semua warga, khususnya umat Katolik di Kampung Tanggo yang telah menerima dan menjadikannya sebagai bagian dari keluarga.

Baca Juga : Aparat Desa Sallu TTU Menggelar Ritual Adat Menolak Covid-19

"Saya tidak tahu lagi bagaimana harus berterima kasih dengan warga di sini, khususnya umat Katolik di Kampung Tanggo yang telah menerima dan menjadikan saya sebagai bagian dari keluarga. Karena itu pula kiranya juga dengab pengerjaan dan pemasangan salib ini bisa mewakili rasa terima kasih saya kepada mereka", kata Taufik.

Sementara itu, Denzz Desigmarin, salah satu warga kampung Tanggo saat dimintai komentarnya mengatakan, apa yang dilakukan oleh Taufik adalah suatu sejarah baru yang akan selalu kami kenang dalam hidup. Berkat campur tangannya, kapela Tanggo akhirnya memiliki menara dengan sebuah salib yang begitu indah.

"Itu sejarah yang kita tak akan lupakan. Berkat jasanya, Kapela Tanggo akhirnya memiliki menara yang dilengkapi dengan sebuah salib yang begitu bagus", kenang Denzz.

Informasi yang dihimpun oleh jurnalis media ini diketahui, saat ini Mas Taufik sedang menekuni dunia usaha perbengkelan yang dikenal dengan nama bengkel Anugrah Jaya. Dunia usaha perbengkelan yang dijalankannya teesebut dibangunnya di atas lahan milik bapak Yoseph Awi. Sejauh ini, dunia usaha perbengkelan yang ditekuninya diketahui melayani sejumlah pemesanan dari konsumen seperti halnya mesin penggiling makanan babi, pagar besi, dan juga peralatan besi lainnya.

 

Penulis : Wil Susu

Editor   : Vansi Helmut


Halaman