Top Pick
Bupati Djafar : Hai Dunia Datanglah Kelimutu Resmi Dibuka Bupati Djafar : Jangan Saling Menyalahkan, Mari Kita Berantas Covid -19 di Ende Bersama Sama Gelar Diskusi Daring, BOPLBF Ajak Segenap Unsur Pentahelix Bergabung dalam Forum Diskusi Floratama Jalani Karantina Covid-19 di Saat Hari Raya Idul Fitri adalah Hikmah Hadir di Labuan Bajo, LPK International College Siap Hasilkan Pekerja Yang Profesional Mahasiswa NTT Di Kalimantan Timur Keluhkan Tidak Dapat Bantuan

Puisi Yakobus A. Balimula : Gadis Tanpa Usia

Gadis Tanpa Usia
Oleh : Yakobus A. Balimula 

Komunitas : Kopiha
Asal Kampus : Undana abang
_________________

Bibirnya seperti sebuah wacana yang dicampur ramuan. Bau napasnya berkeliaran bebas. Kekacauan terdampar mesra ketika lentik jarinya menyentuh hujan kota April. Kerdil lelahnya, menghela rumput-rumput kisah yang coba ia jepit mesra dalam telapak gelisah. Pisah saat payung rindunya berkibar di atas mimbar :

Halaman 1

// DPRD Lembata yang baru saja membuat masyarakatnya Lembata resah ketika membidik sebuah permintaan mobil baru ditengah penderitaan dan rasa takut pada sebuah kanibal yang dikirim dari komunis Tiongkok. Awololong melolong, masyarakat Lembata teriak minta tolong. Pemimpin sibuk colong uang negeri.

Halaman 2

//Katanya beberapa NAPI telah dibebaskan. Kebas menebas aturan murahan, rakyat bingung makan nasi media dari mana. Kebenaran di lacuri, tuan berdasi sibuk jadi pencuri. Demokrasi sudah berkoar tuk memperpanjang barisan halusinasi, negosiasi, sudah memberikan titik kuning koalisi. Lokalisasi habis tanpa hati. Bangsa ini akan mati.

Halaman 3

// Perekonomian terjun bebas. Nilai tukar semakin melambung tinggi. Manfaat Lockdown di cicil satu persatu agar kita tak sadar negeri ini perlahan Shut Down. Gas bakteri jadi materi kotor untuk manusia. Rakyat tak boleh tentram dan ramah selalu pada wajah percaya. Arca struktur telah didesain. Kita disudutkan dari rebahan penipuan yang jatuh dari Pancoran istana harapan.

Halaman 4

// Negara lain sibuk buat sejarah. Kita jadi bubuk susu buat tambah sengsara. Aksara ini pusara ibu yang meronta dari badai ujung ibu kota. Kuota pendidikan jadi lentera yang Membingungkan dalam rumah " orang tua telah jadi singa." Liga jalan pikir manusia, seperti poster yang mengobral janji di tiang-tiang jalan.

Halaman 5

// Selamat tidur Indonesia. Gadis itu tertunduk malu.


Halaman