Top Pick
Tegakan Profesionalisme Birokrasi, 8 Orang Pegawai di Mabar Dipecat Reses, Selain Edukasi Covid-19, Anggota DPRD Mabar Fraksi NasDem Ini Juga Serap Aspirasi Warga Delapan Bumdes di Mabar Dapat Bantuan Mobil Operasional Terkait Pembukaan Ruas Jalan Baru, Bupati Mabar Kunjungi Kongregasi SVD di Labuan Bajo Owner Spot Kaki Lena Hils Tegaskan Pengunjung Patuhi Pertokol Kesehatan BOPLBF Gelar Pelatihan Properti Sanggar Tari Tingkatkan Kualitas Industri Seni Kreatif Lokal

Bupati Edi Endi Meminta Kepolisian Mengusut Penyebab Kebakaran Pasar Lembor

(Pasar Lembor kembali kebakaran pada, Jumat (5/3/2021) Foto: ist)


POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Bupati Manggarai Barat (Mabar) Edistasius Endi Meminta pihak kepolisian untuk mengusut penyebab kebakaran kedua Pasar Lembor yang terjadi pada, Jumat ( 5/3/2021).

Kebakaran kedua yang terjadi pada pukul 04.00 Wita menghanguskan setidaknya 209 stand pedagang di Pasar Lembor. Belum di ketahui penyebab kebakaran tersebut.

Menanggapi instruksi tersebut, kini pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait peristiwa kebakaran di Pasar Lembor, yang terletak di Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Para saksi diperiksa untuk mendapatkan keterangan terkait kesaksian mereka saat peristiwa terjadi di lokasi sekaligus menyelidiki dugaan adanya kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Saat berada di Pasar Lembor pada Jumat sore, Kapolres Mabar, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si menyampaikan akan menindak lanjut peristiwa kebakaran di Pasar Lembor dengan melakukan penyelidikan terhadap para saksi.

"Tentunya kami dari kepolisian akan menindaklanjuti, kami sudah mengambil langkah-langkah penyelidikan dan kami sudah periksa dan BAP beberapa orang dari pagi dan akan terus melakukan pemeriksaan sampai kami temukan penyebab kebakaran ini," katanya.

"Tentunya UU telah mengatur pasal 188 KUHP seseorang yang melakukan pembakaran dengan sengaja serta merugikan harta bahkan nyawa diancam dengan hukuman 5 tahun penjara," tambahnya.

Kapolres Mabar juga menegaskan, kehadirannya di lokasi sebagai wujud kepedulian dan merasa terpanggil atas musibah yang menimpa para pemilik stand yang terbakar di Pasar Lembor.

"Hari ini saya hadir di sini sebagai wujud pemerintah hadir bagi masyarakat terutama yang tertimpa musibah kebakaran. Ini wujud betapa Pemerintah peduli terhadap musibah yang dialami masyarakatnya," katanya.

Diketahui Bupati Mabar, Edi Endi tiba di lokasi pasca kebakaran pukul pukul 16.15 Wita pada Jumat (5/3/2021).

Laporan Camat Lembor Pius Baut kepada Bupati Edi Endi terkait waktu kejadian dan jumlah stand yang terbakar sebanyak 229 stand dan 3 stand terpaksa dirobohkan demi mencegah penyebaran api.

Dari laporan tersebut, Bupati Edi Endi mengatakan, perlu adanya mobil pemadam di lokasi. Karena pasar Lembor sudah 2 kali kebakaran. Beliau juga mengungkapkan terima kasih kepada TNI-POLRI dan masyarakat atas kerja luar biasa membantu memadamkan api.

"Terima kasih kepada TNI-POLRI bersama masyarakat, karena sudah kerja keras berusaha memadamkan api. Kepada masyarakat yang mengalami peristiwa kebakaran kami sampaikan turut perihatin dan sedih," katanya.

Bupati Mabar juga berharap instansi terkait segera melakukan pendataan, agar pemerintah segera mengambil langkah untuk meringankan musibah yang dialami korban.

"Kami meminta semua pihak yang dimotori oleh dinas sosial, BPBD, camat lembor, kelurahan dan siapa pun supaya segera mendata secepatnya. Besok kami harus dapatkan laporannya. Situasi ini sangat dibutuhkan bekerja ekstra, jangan biarkan masyarakat susah karena kelambanan kita. Perlu ada kordinasi agar yang musibah perlu ditangani. Semakin cepat berarti kita sungguh meringankan musibah yang mereka alami," katanya.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Mabar, Martinus Mitar dan Camat Lembor, Pius Baut. (Edison Risal)


Halaman