Top Pick
Petaka 19 Detik, Polisi Tetapkan Gisel Sebagai Tersangka Lakalantas di Robo, Pengendara Sepeda Motor Luka luka Pengurus DPD Perindo Manggarai Barat Resmi Dilantik Soal Video Kerumunan Siswa - Siswi di Kota Borong, ini Penjelasan Jurbir Satgas Covid-19 Matim  5 Negara Ini Siap Berdamai Dengan Covid-19, Kapan Giliran Indonesia? Uskup Ende : Rayakan Tri Hari Suci Dari Rumah Dengan Penuh Iman

Berikut Pesan Presiden RI Joko Widodo Terkait Penggunaan Dana Desa

(Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT). Foto: ist)

 

POSTNTT.COM | JAKARTA - Terkait pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni agar Dana Desa semaksimal mungkin dirasakan oleh masyarakat desa.  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menyatakan dana desa bisa dipergunakan untuk kegiatan apa saja. Hal ini disampaikannya sesuai dengan amanah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepadanya sebelum penugasan sebagai Mendes PDTT.

Abdul Halim Iskandar mengungkapkan Presiden Jokowi berpesan agar Dana Desa digunakan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Dua poin ini memudahkan Gus Menteri untuk menjelaskan soal Dana Desa kepada warga. Dana Desa itu bisa digunakan untuk apa saja selama berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatakan SDM.

"Dana Desa bisa digunakan untuk apa saja, kecuali yang dilarang jadi simpel. Hanya ingin membangun cara berpikir yang mudah bagi Kepala Desa," kata Gus Menteri dalam keterangan resmi Webinar dengan tema "Dana Desa di Era Pandemi COVID-19" pada Senin (8/3/2021).

Gus Menteri menjelaskan pihaknya merumuskan arah kebijakan pembangunan desa dalam konsep yang disebut SDGs Desa yang berpijak dari dua hal tersebut.

SDGs Desa mencakup tujuan Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Desa Berkualitas, Keterlibatan Perempuan Desa, Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi. Tujuan berikutnya ialah Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan, Desa Tanpa Kesenjangan, Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman, Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan.

Berikutnya tujuan Desa Tanggap Perubahan Iklim, Desa Peduli Lingkungan Laut, Desa Peduli Lingkungan Darat, Desa Damai Berkeadilan, Kemitraan untuk Pembangunan Desa, serta Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

"SDGs ke-18, Kelembangaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif yang murni inisiasi Kemendes PDTT," imbuh Gus Menteri.

Dasar pemikiran munculnya SDGs ke-18 yaitu menjawab keinginan presiden untuk membangun daerah berbasis lokal atau pembangunan dari desa.  Pembangunan ini harus tetap mempertahankan kearifan lokal.

"Ini menjawab keinginan Presiden untuk membangun daerah dari desa," ujar dia.

Lebih lanjut Gus Menteri menegaskan bahwa perencanaan dan pembangunan desa harus berbasis masalah karena harus diikuti dengan data yang detail hingga mencakup aspek kehidupan seperti soal kemiskinan, kesejahteraan dan kesehatan. Data yang detail akan menentukan arah pembangunan desa yang lebih mengedepankan kearifan lokal.

 "Saya selalu katakan tiga hal sukses untuk membangun desa yaitu data, data dan data," tutur dia. (Foto: Biro Humas Kemendes PDTT). (Edison Risal)


Halaman