Top Pick
Kepala Bappeda Manggarai Barat Ucapkan Selamat Pesta Paskah 2020 PUISI : PASKAH DAN KESEDIHAN Pemda Matim Rencana Beri Bantuan Mahasiwa di Luar Daerah Reses, Selain Edukasi Covid-19, Anggota DPRD Mabar Fraksi NasDem Ini Juga Serap Aspirasi Warga 514 Orang Melamar Tenaga Kesehatan Non PNS Di Ende DPRD Pertanyakan Sikap Pemda Mabar Yang Belum Belanjakan Anggaran Covid

Diserang 'Virus', Pedagang Kecil Di Flores Ini Hampir Gulung Tikar

POSTNTT.COM | Ende - Merebaknya penyebaran Virus Corona melumpuhkan pergerakan roda ekonomi yang makin hari makin melambat bahkan mengalami kemunduran.

Proses transaksi dan peredaran uang makin langka, sedangkan kebutuhan akan biaya hidup terus berjalan. Memutus rantai penyebaran Virus, kebijakan stay at home oleh pemerintah turut menyerang usaha kecil dan secara perlahan mati satu demi satu oleh 'Virus' ini.

Baca Juga : PSMTI Labuan Bajo Beri Bantuan 1 Unit Chamber Box dan Mesin Fogging Elektrik Ke Pemda Mabar

Sektor ekonomi di usaha kecil langsung berjatuhan dan itu dirasakan oleh beberapa kelompok usaha kecil di berbagai daerah termasuk Ende, Nusa Tenggara Timur.

Riki D salah satu pelaku usaha kecil yang hari-harinya hanya bergelut dengan jualan daging kiloan di seputaran jalan Wirajaya Kecamatan Ende Tengah, kabupten Ende akhir-akhir ini harus mengelus dada lantaran pendapatan yang mengalami penurunan drastis.

Baca Juga : 1 PDP Yang Meninggal Di Mabar Dinyatakan Negatif Covid-19

"Sebelum ada wabah ini kami dapat menjual hingga 80kg perhari. Tapi sekarang ini, turunya jauh sekali. Kadang 25kg, 15kg bahkan hanya 5kg sehari", kisah Riki kepada media ini, Kamis (16/4).

Menurutnya, meski tiap hari daging jualanya terjual hingga maksimal 25kg tetapi itu belum memncukupi untuk kebutuhan hari-hari.

"Kalau terjual 25kg sehari itu ya kita hanya dapat untuung sedikit. Tidak cukup untuk kebutuhan karena hasil jualan itu kita bayar tempat sewa, modal usaha lagi, makan dan kebutuhan lainya", tandas pria paruh baya itu.

Baca Juga : Pemda Mabar Apresiasi Bantuan APD Media Group

Ditempat berbeda, pengakuan senada disampaikan oleh Priska Sidi(35) pemilik kios sembako di Paupire, Ende Tengah.

Dia mengatakan, akibat dari Covid-19 ini pengahasilanya menurun drastis dan terancam bangkrut.

"Sebelum ada wabah corona ini, penghasilan saya biasanya perhari mencapai lima ratus ribu rupiah tetapi kini yang terbesar hanya 70 ribu saja. Ini seperti usaha-usaha kami ini juga diserang virus", ungkap Sida.

Baca Juga : 13 Orang Di Mabar Dinyatakan Positif Rapid Test

Riki dan Priska mengaku hingga saat ini pemerintah kabupaten Ende belum mendistribusikan bantuan kepada pelaku usaha kecil. Mereka berharap, agar pemda turut memberikan perhatian dan kebijakan kepada pedagang kecil. 

Namun hingga berita ini diturunkan, baik bupati maupun dinas sosial kabupaten Ende belum berhasil dihubungi.

 

 

Penulis : Ronal Degu

Baca Juga