Top Pick
Pemerintah Kabupaten Ende akan Menggelar Festival Kelimutu Bulan Depan Anggaran Pembelanjaan APD Covid-19 Di Mabar Akan Dicairkan Hari Ini Wabup Manggarai Heri Ngabut Lantik Direktur Perumda Tirta Komodo Anggota DPRD Mabar ini Diduga Jalankan Usaha Pemecah Batu Tanpa Izin BREAKING NEWS : Gunung Api Ile Lewotolok di Lembata NTT Kembali Erupsi PTUN Menolak Gugatan Paket Misi

Gandeng BPOLBF, HPI Sikka akan Gelar Kegiatan Training of Trainer Tata Kelola Destinasi Pariwisata

"Pada intinya adalah kita sangat mensupport usulan - usulan yang datang dari komunitas apalagi ini konteksnya dari Asosiasi dan kemudian mereka merespon dengan bertanggung jawab yaitu dengan proposal yang jelas kemudian bersedia untuk menyamakan target dan sasaran sehingga kita juga memastikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan itu memang bermanfaat dan menjawab tantangan untuk menyiapkan Pariwisata Premium untuk Labuan Bajo Flores yang terkoneksi," ujar Shana.

Shana melanjutkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk Asosiasi yang mengelola kegiatan secara swadaya. Shana memastikan pihaknya mendukung konten-konten yang disampaikan sejalan dan searah dengan rencana mengintegrasikan Pariwisata Labuan Bajo Flores.

"Dan kita lihat ini adalah bentuk bagaimana Asosiasi bisa mengelola sendiri kegiatannya secara swadaya. Kemudian kami di sini mendukung dan memastikan nanti bahwa konten-konten yang disampaikan sejalan dengan rencana besar kita mengintegrasikan Pariwisata Labuan Bajo Flores dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan mandiri serta berbasis komunitas," lanjut Shana lagi.

Karena itu, Shana berharap kegiatan pelatihan ini mampu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh HPI Cabang Sikka meningkatkan kemampuan dalam hal kepemanduan. Selain Itu Shana berharap, melalui pelatihan ini para pramuwisata mampu bekerja secara adaptif, beretika, ramah, dan profesional.

"Harapannya tentu kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dari teman-teman HPI di Sikka khususnya karena mereka ini TOT (Training of Trainer), jadi mereka nanti akan menjadi calon-calon pelatih lagi untuk menularkan benih pariwisata berkelanjutan ke lebih banyak ruang lingkup lainnya. Selain itu, mereka juga bisa meningkatkan kualitas guiding atau kepemanduan dengan menyesuaikan dengan situasi yang update misalnya situasi pandemi atau bencana alam. Jadi, kita ingin mereka lebih adapting melihat perubahan itu," tutur Shana.


Halaman