Top Pick
Cegah Covid-19, Pemdes Watukamba Lakukan Screening Dan Tes Suhu Tubuh Cegah Penyebaran Covid, Polres Mabar lakukan penyemprotan Desinfektan Pandemi dan Krisis Moneter 2.0 Dinilai Tidak Layak Menerima Bantuan, Pemerintah Desa Lendong-Mabar Ajukan Pergantian Nama Penerima Ke Dinsos PKPI Ende Gelar Raker Konsolidasi dan Verifikasi Internal   Gugus Tugas COVID-19 Umumkan 5 Kombinasi Obat yang Efektif Lawan Corona  

Di NTT Guru Terpaksa Mengajar Door to Door di Tengah Virus-19

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Guru-Guru SDI Ngancar Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini menjadi pembicaran para netizen. Hal itu dipicu oleh beredarnya sebuah video yang menunjukan sejumlah guru melewati jalan terjal dan jembatan rusak. Belakangan diketahui, bahwa para guru itu pulang mendatangi rumah murid satu persatu untuk mengajar setelah beberapa minggu sekolah diliburkan karena pandemi Covid-19.

Salah seorang Guru, Oskar Fernandes kepada media mengatakan jika belajar dengan cara online seperti yang dianjurkan oleh Mentri Pendidikan dirasa tidak dapat diterapkan di lokasinya mengajar. Penyebabnya, banyak murid yang tidak memiliki hp dan tidak ditunjangi fasilitas pengunjung lainya seperti jaringan listrik maupun jaringan internet.

"Hanya ini yang bisa kami lakukan untuk mencerdaskan anak bangsa, jika yang kami lakukan tidak sesuai SOP penanganan Covid, mohon masukannya", tulis Oskar saat dikonfirmasi media melalui pesan WhatsApp, Jumaat (17/4).

Oskar melanjutkan bahwa proses belajar door to door tersebut merupakan inisiatif kepala sekolah Ngancar bersama para guru mengingat akses pembelajaran online tidak mendukung untuk area sekolah Ngancar. "Kami punya tanggungjawab untuk mencerdaskan anak bangsa sambil memperhatikan protokol pemerintah untuk tidak ada perkumpulan masa atau peserta didik, makanya kami melakukan kunjungan door to door per peserta didik", jelasnya lagi.

Donatus Masut, kepala SDI Ngancar membenarkan apa yang disampaikan oleh guru Oskar. Dia menjelaskan jika proses mengajar door to door tersebut memang hasil kesepakatan bersama tim pengajar SDI Ngancar.

"Atas dasar kesepakatan bersama yang dilakukan pada tanggal 6 april 2020. Kami bersepakat untuk kunjungi rumah peserta didik karena akses pembelajaran online tidak dapapt dilakukan. Selain itu, kami juga mensosialisasikan pencegahan penyebaran covid-19 sesuai anjuran protokoler pemerintah misalnya jarak antara guru dan murid, mencuci tangan serta menghimbau kepada orang tua peserta didik untuk bersama memperhatikan anaknya masing-masing", terang Donatus.

Sementara terkait waktu pembelajaran, Donatus menjelaskan bahwa waktunya sesuai proses KBM pada umunya, yakni pukul 07.30 hingga 13.00 wita.

Usaha dari para Guru SDI Ngancar ini turut menuai apreasisi dari orang tua murid.

"Kami sangat terharu dengan usaha para guru ini. Mereka benar-benar serius untuk menjalankan kewajiban mereka", papar Maria.

Untuk diketahui, SDI Ngancar yang terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Lembor tersebut memiliki 155 peserta didik yang tersebar di lima anak kampung dengan jarak terjauh puluhan kilometer dan melewati jalan terjal berbatu.

SDI yang terletak sekitar 10 Kilometer dari Jalan Trans Flores tersebut juga belum memiliki jaringan PLN.

 


Penulis : Edi Risal