Top Pick
Cegah Kluster Baru Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini Imbauan Kapolres Matim Ramuan Jahe, Pertolongan Pertama untuk Babi Sakit Bupati Edi Endi Meminta Kepolisian Mengusut Penyebab Kebakaran Pasar Lembor Polres Mabar Gelar Operasi Zebra Turangga, Ini Pelanggaran yang Ditindak Perjamuan Panorama Alam Pulau Padar Cegah Penyebaran Covid, Polres Mabar lakukan penyemprotan Desinfektan

APEKAM Bersama BPOLBF Me-Launching dan Meresmikan Kafe Bengkes Coffee

APEKAM Bersama BPOLBF saat Me-launching Kafe Bengkes Coffee

 

POSTNTT.COM | RUTENG - APEKAM (Asosiasi Petani Kopi dan Jahe Manggarai) me-launching dan meresmikan Kafe Bengkes Coffee di jalan Trans Flores, di Wae Gulang, Desa Cireng, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, pada 21 Mei 2021 lalu.

Pada kesempatan itu, Ketua APEKAM Petrus Salestinus Palis menerangkan awal pendirian kafe tersebut berkat inspirasi dari studi banding kopi di Magelang dan Banyuwangi yang difasilitasi oleh BPOLBF Maret lalu. Sejak itu, ada pemikiran untuk memulai sebuah usaha melalui pendirian kafe yang nantinya akan menyajikan jenis minuman khas yaitu kopi Arabika dan Robusta serta berbagai minuman lainnya.

"Sejak saat itu kami kami berpikir untuk membuka kafe ini dan siap mengaktualisasikan kegiatan itu salah satunya dengan mendirikan kafe ini," ungkap Ketua APEKAM itu.

Salestinus, pun menerangkan ada banyak sisi positif yang didapat berkat kerja sama dengan pihak BPOLBF. Termasuk tercetusnya ide pembangunan kafe.

"banyak hal yang didapat berkat kerja sama dengan BPOLBF, khususnya konsep-konsepnya, termasuk asal mula ide pendirian kafe Bengkes Coffee ini," terang Salestinus.

Asosiasi APEKAM lahir dari rahim para petani kopi, sebagai bentuk protes akibat ketimpangan harga dan jerih payah para petani kopi yang tak sebanding. Sementara fakta yang terjadi brand kopi Manggarai saat ini begitu mendunia tetapi tidak seimbang  dengan kemakmuran para petani kopi itu sendiri.


Halaman