Top Pick
Pengerjaan Pembangunan Kantor Desa Rengkam Tanpa Papan Informasi Soal Panggilan Tes Rekrutmen Umum PT PLN yang Berlokasi di Yogyakarta, Kepala ULP Ruteng: Itu Hoax Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Mendapat Telepon Dari Presiden Jokowi Quo Vadis Keadilan (Mengkritisi Kebijakan Pemprov NTT Soal Pemberhentian Kepala Sekolah SMKN1 Wae Ri’i – Manggarai) 'Lea Daku Nai', Lagu Kegemaran Alm Dr Deno Kamelus Yang Kembali Dinyanyikan Saat Misa Arwah Di Katedral Ruteng PemCam Detukeli Gandeng Pengusaha Ampape Sablon Bagi Masker Gratis

Kopi Colol Mendunia, Tanah Masih Sengketa?

Komoditi kopi. Foto: Iren Leleng

 


POSTNTT.COM | BORONG - Kunjungan kerja (kunker) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Desa Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Manggarai Timur, dinilai hanya untuk kepentingan kapitalisme.

Hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh sejarah, Yosef Danur, warga Desa Ulu Wae, Kecamatan Lamba Leda Timur.

Yosef menilai, kunjungan kerja (kunker) Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat, yang didampingi oleh Bupati Agas Andreas di Colol, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (22/05/2021), hanya untuk kepentingan bisnis semata.

"Kedatangan dua pejabat negara itu ke Colol lebih kepada kepentingan bisnis semata. Dan mereka lupa bahwa bisnis yang menjanjikan itu mengorbankan banyak pihak, terutama pemilik tanah adat di Colol,"ungkapnya.

Dikatakan Yosef lebih lanjut, Kopi colol yang sudah membuming dan diakui sebagai kopi terbaik di dunia sebenarnya kopi yang ditanam dan tumbuh di atas tanah sengketa.

Danur juga menambahkan, ketika kopi colol sudah diakui sebagai kopi terbaik di dunia, lantas apa alasan pemerintah tidak mengakui tanahnya yang sudah menghasilkan kopi tersebut dan sudah mengharumkan nama NTT dan Bangsa Indonesia.

Lebih jauh Yosef menegaskan bahwa hingga kini masyarakat Colol masih menghadapi kasus besar, yaitu kasus sengketa tanah.


Halaman