Top Pick
Petinju Asal Manggarai Timur Salurkan Bantuan Untuk Mahasiswa Di Surabaya Logo Branding Cagar Biosfer Komodo Resmi Diluncurkan Labuan Bajo Breaking News : 1 Orang di Kabupaten Ende Terkonfirmasi Postif Covid-19 Gandeng General Multi Suplindo-Jakarta, LPPKPD Manggarai Serahkan 500 Masker Kain Kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Manggarai Ketua DPRD Matim Gelar Reses Di SMAN 3 Borong Breaking News : Dua Warga Mabar 'Klaster Gowa' Kembali Terkonfirmasi Positif Covid-19

Diduga Melakukan Korupsi, Kades Rengkam Diperiksa Polisi

POSTNTT.COM | Borong - Penyidik Kepolisian Resor kabupaten Manggarai Timur (Polres Matim) memeriksa Fransiskus Yunsun, kepala desa Rengkam, kecamatan Poco Ranaka Timur terkait dugaan praktik korupsi dana desa dan sejumlah persoalan lainnya di desa Rengkam, kecamatan Poco Ranaka Timur, seperti yang dilansir media Floreseditorial.com, selasa (28/04).

Mengutip Floreseditorial.com, Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Deddi S. Karamoi, SH, M.Hum menjelaskan bahwa panggilan untuk melakukan klarifikasi terhadap sejumlah persoalan di desa Rengkam itu dilakukan pada Senin (27/04) di kantor Polres Manggarai Timur.

"Kemarin (Senin 27/04) kita sudah memanggil yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi," kata Deddi, Selasa (28/04).

Menurut Deddi, Kepolisian tentu akan mendalami setiap aduan yang disampaikan masyarakat terkait pengelolaan dana desa di wilayah hukum polres Manggarai Timur.

Untuk diketahui, dihimpun dari berbagai sumber, sejumlah persoalan terkait pengelolaan dana desa di desa tersebut terus menjadi sorotan.

Beberapa proyek fisik yang tidak tuntas dikerjakan, antara lain, Pekerjaan Pembangunan Tembok Penahan Tanah Jalan Golo Kembang Ros – Wae Dimpung yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 107.483.814 yang terlihat putus-putus pengerjaannya,tetapi dilaporkan seakan-akan sudah rampung 100 persen.

Selain itu, pekerjaan Pembangunan Pelebaran Jalan Golo Kembang Ros – Wae Emas sepanjang 30 meter dengan anggaran sebesar Rp 2.177.317 yang bukti fisiknya tidak ada dan Pekerjaan pembangunan Drainase Jalan Bea Purang – Natas Terong dengan anggaran sebesar Rp 8.541.278 yang dalam realisasi material ada di lokasi, tetapi tidak dikerjakan.

Beberapa proyek desa Rengkam yang diduga kuat juga bermasalah diantaranya Pekerjaan Pembangunan Deker Plat Jalan Bea Purang – Natas Terong dengan anggaran sebesar Rp 5.242.446 yang dalam realisasinya tidak dikerjakan dan Pekerjaan Pembangunan TPT Bea Purang – Natas Terong dengan anggaran sebesar Rp 15.117.195 yang dalam realisasinya juga dikabarkan tidak dikerjakan.

Selain itu, Pembangunan Rutilahu dengan anggaran  sebesar Rp 120.000.000 yang realisasi fisiknya tidak ada, dan ketujuh, Pemeliharaan Sumber Air Bersih milik desa (mata air, penampung air, sumur bor, dll) dengan anggaran sebesar Rp 9.600.000 yang dalam realisasinya tidak ada.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kades Rengkam Fransiskus Yunsun menjelaskan bahwa dirinya dimintai keterangan untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan media.

"Tidak sampai dua puluh menit, dan saya sudah memberikan penjelasan," tukasnya.

 

 

Penulis : Edi Risal

Baca Juga