Top Pick
Sopi Kobok Akan Dipasarkan Ke Luar Negri Solideritas Wartawan Ende- Flores Kecam Penikaman Wartawan di Sulbar Bantuan Tunai 2021, Presiden: Disalurkan Langsung Tanpa Potongan Apapun Kubur Pasien Probable Tengah Malam di Ende, Warga Sesali Sikap Satgas Covid -19 Dapat bantuan Sembako PKB, Janda Lansia ini Mengaku Terharu Presiden Jokowi Beri Bantuan Modal Kepada Pelaku Usaha

Breaking News : Ratusan 'Cluster Magetan' Tersebar di Manggarai Barat

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Ratusan orang santri asal Pondok Pesantren Al Fatah Tambora, Desa Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dikabarkan sudah menyebar di kampung-kampung di Kabupaten Manggarai Barat sejak Selasa (14/04). Hal itu disampaikan oleh Bupati Dulla via whatsapp yang diterima POSTNTT.COM pada Jumat (1/05) malam.

"Ya mereka semua warga Manggarai Barat yang mengeyam pendidikan di Magetan. Yang saya tau mereka datang berlibur dan sudah tersebar di kampung mereka masing-masing", tulis Bupati Dulla.

Meski demikian, Bupati Dulla mengaku bahwa kehadiran para pesantren Cluster Magetan tersebut tidak pernah dilaporkan kepadanya.

"Saya juga tidak tau, tidak pernah dilaporkan tentang hal itu oleh Gugus Tugas", tulis Bupati Dulla.

Lebih jauh, orang nomor satu di Kabupaten Manggarai Barat tersebut menulis, sebagai ketua gugus tugas, dirinya telah perintahkan dinas kesehatan untuk segera melakukan trecing dan rapid test secepatnya.

Sementara itu, Paul Mami, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat saat dikonfirmasi media ini via whatsapp menulis, kehadiran para santri itu memang benar adanya. Adapun total mereka berjumlah 115 orang yang datang melalui jalur udara dan juga melalui jalur laut.

Diakui Paul Mami dalam pesan singkatnya, saat mereka tiba pihaknya hanya melakukan pemantauan dan meminta mereka untuk menjalani karantina mandiri di rumah.

“Tinggal kita lakukan rapid test karena selama ini belum dilakukan rapid test,” tulis Paul Mami, Jumaat (1/05).

Meski demikian, tulis Paul Mani saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh media, Sabtu (2/05) menerangkan jika terdapat 34 orang yang telah dilakukan rapid test.

"Dari 34 orang yang sudah dirapid test, 1 diantaranya reaktif atau postit rapid test. Satu OTG hasil rapid test tersebut pernah melakukan kontak dengan salah satu pasien yang positif. Kepadanya akan dilakukan karantina di rumah karantina Pemda Mabar", tulis Paul Mani.

Penelusuran POSTNTT.COM, saat ini Magetan telah menjadi cluster baru setelah pemerintah Malaysia menyebut ada 46 santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan yang positif Covid-19.

 

Penulis : Edi Risal

Baca Juga