Top Pick
Rakor Dewan Pengarah Tinjau Persiapan DSP Labuan Bajo Menuju KTT G-20 Masalah Pekerja Migran di Bahas Pada Kunker ADPRD Sikka di Ende Pemkab Matim Menuju Kabupaten Layak Anak Permudah akses Wisatawan, BOP Akan Bangun Infrastruktur Konektivitas Belum Sebulan Bertugas, Edi-Weng Berhasil Buka Beberapa Ruas Jalan Baru di Labuan Bajo Bisnis Prostitusi Online di Kupang Semakin Subur pada Era Digital

Tidak Mudah, Begini Standard Pemulasaraan Jenasah Pasien Covid-19

Oleh: Edison Risal | Editor: Louis Mindjo

POSTNTT.COM| LABUAN BAJO - Meski belum ada bukti kuat bahwa penularan Covid-19 bisa terjadi melalui jenazah, tapi proses pemulasaraan tersebut melibatkan kontak erat dari para petugas secara berkelompok.

Hal itu dikatakan ahli kedokteran forensik Universitas Padjadjaran (Unpad) Yoni Fuadah Syukriani. Karenanya ia meminta agar pemulasaraan jenazah  Covid-19  mendapat perhatian khusus.

"Maka prinsip kehati-hatian harus tetap diterapkan," ungkap Yoni, dipetik dari laman kompas.com, Kamis (29/07) malam.

Yoni mengungkapkan di beberapa negara maju, Covid-19 dikategorikan sebagai agen Hazard Gropu-3 (HG3). Agen HG3 merupakan kelompok mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit berat pada manusia.

Sehingga, pemulasaraan jenazah pun dianggap aman bila mengikuti prinsip Universal Precaution, yaitu kehati-hatian supaya cairan dalam tubuh jenazah tidak terlalu banyak kontak dengan petugas pemulasaraan ataupun anggota keluarga.



Halaman