Top Pick
Tak Bermasker Berada di Labuan Bajo, Simak Video yang Akan Anda Alami Tokoh Adat Wae Sano: Ada Provokator Yang Ingin Batalkan Proyek Geothermal Kabar Baik Untuk Mahasiwa, Telkomsel Hadirkan Solusi Perkuliahan Online Bagi Institusi Pendidikan di Wilayah Bali dan Nusra Longsor di Flores Timur, Puluhan Warga Nele Lamadike Tewas Tertimbun Tanah GAMMARA Makassar; Tambang Bukan Prime Mover Ekonomi NTT. Tolak!! DPRD Salesius Medi: Bupati Matim Harus Tinjau Ulang Wacana Rasionalisasi THL

Warga Pulau Mesah Pasir Putih Turut Merasakan Dampak Covid-19

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Rupanya dampak Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh kelompok masyarakat kota. Masyarakat kepulauan juha turut menjerit dengan keadaan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Warga Pulau Mesah, Desa Pasir Putih kecamatan Komodo, Manggarai Barat misalnya, turut keluhkan situasi ekonomi yang kian hari kian memburuk.

Nelayan sebagai mata pencaharian utama rupanya tidak memberikan ketenangan ekonomi. Seperti yang dialami warga Pulau tersebut.

Watasi, Salah seorang warga yang juga nelayan disana saat ditemui media mengatakan akibat dari Covid-19 banyak warga yang menderita khususnya di sektor ekonomi.

"Hasil laut sekarang harganya semua turun drastis. Itu tentu akan mempengaruhi pendapatan para nelayan disini", ujarnya, Sabtu (2/05).

Ia menambahkan bahwa situasi covid-19 ini mengalahkan situasi krisis moneter tahun 1998 silam. "Dulu hanya ekonomi saja yang terdampak tetapi sekarang, ancaman nyawa juga menjadi sebuah ketakutan sendiri".

Hal lain disampaikan oleh Sapiudin, menurutnya, banyak nelayan termasuk dirinya sudah tidak melaut lagi karena biaya operasioanal melaut lebih tinggi dibanding hasil penjualan.

"Harga ikan kan lagi turun, membuat kita malas melaut karena nanti hasilnya tidak sebanding dengan biaya operasionalnya", jelasnya.

Kepala BPD Desa Pasir Putih, Talib membenarkan hal itu. Menurutnya, hal itulah pula yang membuat banyak nelayan memilih di rumah saja.

"Saat ini khususnya di Desa kita ekonomi sangat krisis sekali dan kadang pun nelayan malas untuk keluar operasi karena hasil penjualan mereka nanti sangat turun sekali tidak menutupi biaya operasional nelayan", jelas Talib.

Talib menambahkan jika saat ini pemerintah desa Pasir Putih sedang mensiasati situasi tersebut.

"Kami sedang melakukan upaya di desa ini demi membantu Masyarakat kita disini nanti. Kami sudah mendata semua warga sesuai standar untuk mendapatkan bantuam dari anggaran desa", ujarnya.

Lanjut Talib, pemdes Pasir Putih juga telah melakukan pengajuan proposal pengadaan beras ke dinas sosial Manggarai Barat.

Sementara PJS Pasir Putih, Jupri hingga saat ini belum berhasil dihubungi untuk dimintai informasi tambahan.

 

Penulis : Ikhlas Ziliwu


Halaman