Top Pick
100 KK Warga Nanganae Labuan Bajo Dapat Paket Sembako dari NasDem Breaking News : Rapid Test 118 Penumpang Kapal Sangke Palangga, 8 Orang Reaktif Selamat Jalan Ir. Piet Lengo, Tokoh Perintis Pembangunan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Sistem Registrasi Online Perkuat Keamanan dan Keselamatan Wisatawan di Labuan Bajo NTT Di Tengah Badai Covid-19, Kepedulian Terhadap Sesama Harus Dijunjung Tinggi Dengan Dana Pribadi, Ketua TP PKK Desa Wae Lolos Bantu Telur Untuk Warga Lansia

Ikatan Alumni St. Klaus-Kuwu Serahkan 500 Masker Kain Kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Manggarai

POSTNTT.COM | Ruteng - Sejumlah alumnus Lembaga Pendidikan St. Klaus-Kuwu yang tergabung dalam Ikatan Alumnus St. Klaus-Kuwu menyerahkan paket bantuan berupa 500 masker kain kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, bertempat di Sekretariat Gugus Tugas pada Selasa (12/05).

Bantuan tersebut pun diterima langsung oleh Wakil ketua 8, Fansi Jahang yang didampingi oleh Koordinator Sekretariat Gugus Tugas, Frumensius L.T.K Do dan juga anggota Sekretariat Gugus Tugas, Drs. Theodorus Taram.

Adapun sasaran yang hendak dituju dari paket bantuan yang diserahkan tersebut, yakni para pedagang di Pasar, awak media dan para pelaku perjalanan dari daerah terpapar serta para petugas kesehatan selaku garda terdepan dalam memerangi pandemi virus corona.

Ellisabet Hadia Putri, salah satu alumni yang ikut menyerahkan paket bantuan tersebut kepada POSTNTT.COM mengatakan, bantuan tersebut sejatinya diasalkan dari sejumlah alumni yang pernah mengenyam pendidikan di Lembaga pendidikan St. Klaus-Kuwu. Dan yang hadir sebagai perwakilan dalam menyerahkan bantuan ini selain saya sendiri, terdapat juga empat orang lainnya, yakni Riani Ngambut, Sirila Kasman, Liobani Nggeok, dan juga saudara Yuan Jonta.

"Jadi, yang datang mewakili teman-teman alumni itu ada lima orang", ungkap Elisabet Hadia Putri.

Lebih lanjut, Elisabet Hadia Putri mengisahkan bahwa awalnya kita open donasi selama seminggu sejak tanggal 26 April sampai dengan tanggal 02 Mei melalui media sosial Instagram dan WhatsApp. Dan donasi yang kami terima pun dalam bentuk uang dan masker kain.

"Kami mengumumkannya melalui sosial media. Dan untuk teman-teman alumni yang mau ikut mendonasikan uangnya pun kami ingatkan untuk mentransfernya melalui bank, ovo dan tunai. Dan syukur bahwa uang yang terkumpul sampai hari terakhir itu sebesar Rp 5,425,000. Uang tersebut pun kami pakai untuk pengadaan masker kain yang disumbangkan hari ini. Sementara itu, donasi untuk masker kainnya, panitia donasi mengambilnya langsung ke rumah para donatur", jelas Elisabet Putri.

Lebih jauh, Elisabet Hadia Putri mengatakan, pandemik ini sebetulnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan. Akan tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk dalam hal kuratif tenaga kesehatan yg paling kompeten.

Namun yang jelas, masih kata Elisabet Putri, untuk preventif kita sangat bisa berkontribusi, salah satunya dengan memakai masker dan dengan berbagai edukasi yang juga sudah dilakukan nakes dan pemerintah.

Meski demikian, lanjut Elisabet Putri, di lapangan sering kami temukan bahwa masih ada banyak masyarakat yang tidak menjalankan himbauan yang ada, entah apa alasannya. Akan tetapi yang coba kami pahami mungkin salah satunya karena tidak mampu membeli masker.

"Oleh karena itu, alumni St. Klaus tergerak untuk memberikan donasi masker ini. Bahkan, ada diantara teman-teman alumni yang turut menyumbangkan masker kain yang diprodukai sendiri", pungkas Elisabet Putri.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Manggarai, Fansi Jahang saat menyambut kehadiran sejumlah alumni St. Klaus di Sekertariat Gugus tugas Kabupaten Manggarai mengatakan, kehadiran dari teman-teman alumni St. Klaus pada hari ini merupakan suatu peristiwa yang sangat luar biasa bagi kami di gugus.

"Bantuan dan uluran tangan dari luar gugus tugas ini masih sangat dibutuhkan karena memang masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat", kata Fansi Jahang.

Lebih lanjut, Fansi Jahang mengakui, sejauh ini memang sudah ada banyak bantuan dari pihak lain yang telah kami terima. Namun demikian, kemampuan anggota gugus tugas untuk mendistribusikan ataupun untuk pengadaan memang masih ditemukan adanya kesulitan.

"Jadi, hari ini dengan datangnya bantuan dari teman-teman alumni St. Klaus ini merupakan suatu bentuk kepedulian yang sangat mulia dan juga luar biasa untuk membantu sesama di tengah masalah yang ada saat ini", ungkap Fansi Jahang.

Lebih jauh, Fansi Jahang mengatakan, hingga saat ini dampak daripada Covid-19 memang sudah sampai pada masyakarat di titik terendah. Bahkan, untuk beli masker saja sekarang ini agak susah.

"Kita tahu bahwa masyarakat kita saat ini dengan situasi NTT yang sudah masuk ke zona merah paniknya luar biasa. Dan dampak daripada covid-19 ini sudah sampai pada masyarakat di titik terendah sampai untuk beli masker saja sekarang agak susah", kata Fansi Jahang.

 

Penulis : Vansi Helmut

Baca Juga