Top Pick
Dukcapil Ende Gandeng Dinas P dan K Sosialisasi Program KIA 24 Santri 'Cluster Magetan' di Ende Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya DON GIUSEPPE BERARDELLI, IMAM YANG MENOLAK ALAT BANTU PERNAPASAN DEMI SEORANG PENDERITA CORONA Faranus Band di Ende Meriahkan Acara Resepsi Pernikahan Perdana di Kaki Lena Hills Melalui Musyawarah, 22 Warga Desa Modo Dapat BLT Dana Desa Seorang Polisi Di Matim, Donasi Kursi Roda untuk Penderita Sakit Stroke

PJS Desa Rego Diduga Gunakan Uang BLT untuk Kepentingan Pribadi

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - PJS desa Rego diduga melakukan penyimpangan penggunaan dana BLT. Hal ini disampaikan oleh para tokoh adat dan masyarakat didesa Rego berkaitan dengan penyimpangan yang dilakukan oleh PJS dan aparat desa Rego berkaitan dengan pembagian BLT dan BST. Salah seorang tokoh masyarakat Daniel Dola ketika di konfirrmasi Kamis beberapa waktu lalu kepada media menjelaskan bahwa PJS dan aparat desa Rego telah menyalahkan uang bantuan untuk Covid-19 untuk kepentingan pribadi. Hal ini nampak dalam pembagian BLT DAN BST dimana banyak aparat yang menerima BLT DAN BST.

“Kami sedang ditipu oleh PJS dan aparat desa Rego berkaitan BLT dan BST. Masyarakat bingung dimana banyak aparat yang menerima BLT sedangkan masih banyak janda dan yatim yang belum mendapatkan dana BLT dan BST tersebut. Saya sebagai tokoh masyarakat desa Rego meminta Polres Manggarai Barat khususnya Kapolsek Bari Kecamatan Macang Pacar untuk memeriksa PJS dan aparat desa Rego yang menyalahkan uang negara untuk kepentingan pribadi," kata Daniel Dola.

Hal yang sama diakui oleh warga Desa Rego Yos Jemarus menyampaikan bahwa ada yang tertutup berkaitan dengan pembagian BLT ini karena pembagiannya tidak ada sosialisasi kepada masyarakat secara transparan dan terbuka.

“Banyak masyarakat bingung pak dan mempertanyakan mengapa dana BLT ini tidak disampaikan secara transparan dan terbuka kepada masyarakat," tuturnya. 

Menurutnya, sebaiknya para penerima itu namanya ditempel dikantor Desa. "Saya heran oprator Desa ketika meminta nama untuk ditempel malahan dia menyampaikan bahwa itu bukan urusan kamu katanya," tambah Yos Jemarus.

Yos meminta kepada PJS untuk mempertangungjawabkan mengapa aparat desa, tenaga kontrak daerah bisa terima BLT. Sementara masih banyak janda miskin dan yatim piatu yang belum mendapatkannya. "Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk memeriksa PJS dan aparat desa Rego," jelasnya.

Urbanus Nenga salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam rapat penentuan penerimaan BLT dan BST desa Rego menyampaikan bahwa ia pernah bertanya kepada PJS dan aparat desa Rego dalam rapat itu menyampaikan apakah 102 orang penerima BLT sudah sesuai. Menurut PJS dan BST bahwa semuanya sudah sesuai katanya. Ternyata pada saat penerimaan BLT banyak tidak menerima.

Menurut Urbanus bahwa aparat desa dan tenaga kontrak daerah yang menerima BLT dan BST merupakan sebuah bentuk penyimpangan dana. Karena itu, lanjut Urbanus sangat penting rapat bersama seluruh tokoh masyarakat sehingga menjadi landasan hukum yang dibuat dalam bentuk berita acara.

Tambah dia bahwa ada penyimpangan dan penyalahgunaan dana BLT DAN BST desa Rego karena penyalurannya tidak melalui rapat bersama seluruh masyarakat. Kepada dinas sosial Kabupaten Manggarai Barat, Urbanus mengharapkan agar seluruh dana bantuan itu perlu dikontrol apakah sesuai sasaran atau tidak.


Warga lainya, Merlintiana Hasti mengakui bahwa dirinya adalah salah satu korban penipuan yang dilakukan oleh PJS dan aparat Desa Rego dimana mereka sebelumnya sudah memberi tahu bahwa dirinya salah satu penerima BLT.

"Namun pada saat pembagian saya tidak dapat. Setelah saya konfirmasi dengan operator Desa Rego Nobertus Dolata dia menjawab namanya kami sudah pindahkan kepada orang lain takut tumpang tindis dana. Saya binggung sementara saya tidak pernah menerima dana apapun dari desa. Lalu meminta operator untuk membuka laptopnya ternyata nama saya masih ada," kata Merlintiana.


Dijelas Merlintiana, Nobertus Dolata operator Desa Rego memberitahu dirinya bahwa dana tersebut akan ditransfer melalui nomor rekening.

Namun anehnya, lanjut Merlin dirinya tidak pernah dimintai nomor rekening oleh aparat desa.


Atas dugaan kesalahan penggunaan bantuan ini, warga berencana akan melaporkan PJS desa Rego ke pihak kepolisia.

“Kami akan berencana melaporkan penyimpangan dana ini kepada polisi dan akan turun aksi ke Labuan Bajo meminta dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat," kata Gusti Berguna salah seorang warga desa Rego lainya.

Gusti juga turut meminta kepada PJS dan aparat desa untuk mempertangungjawabkan persoalan tersebut kepada seluruh masyarakat.

Sementara PJS desa Rego sendiri, hingga berita ini diturun enggan berkomentar meski telah di konfirmasi berulang kali.

 

Penulis : Edi Risal/Vinsen Patno

 

Baca Juga