Top Pick
Kabar Baik Untuk Mahasiwa, Telkomsel Hadirkan Solusi Perkuliahan Online Bagi Institusi Pendidikan di Wilayah Bali dan Nusra Tiga Desa di Kepulauan Kecamatan Komodo Bagi BST Pilkada ditunda, ini tanggapan sejumlah Bacabup di Manggarai Barat Liang Lahat Kosong, Jasad PDP Di Mabar Hilang ? Di Sela Masa Reses, DPRD PAN Dapil 3 Sambangi Dua Sekolah Dasar Di Mabar Harga Beras di Ende Turun Drastis

Tiga Desa di Kepulauan Kecamatan Komodo Bagi BST

POSTNTT.COM | Labuan Bajo -
Tiga desa yang berada di wilayah Kepulauan Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur mendapat Bantuan Sosial Tunai untuk tahap yang ke Dua, bertempat di Kantor desa masing-masing. Adapun tiga desa tersebut yakni, desa Pasir Panjang Pulau Rinca, desa Pasir Putih Pulau Messah, dan desa Papagarang.

Satu diantaanya Meninggal dan Uangnya Dikembalikan

Sejumlah warga dari dusun Kukusan dan dusun Kerora yang terdaftar sebagai penerima BST untuk tahap kedua di Desa Pasir Panjang Pulau Rinca berjumlah 63 Orang. Meski demikian, dari jumlah yang ada diketahui bahwa satu diantaranya sudah meninggal sehingga total penerima BST tersebut hanya berjumlah 62 orang.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Pasir Panjang, H.Muchtar saat dikonfirmasi oleh jurnalis POSTNTT.COM pada Selasa (9/06/20).
Dikatakan H. Muchtar, dana bantuan sosial tunai salah seorang warga yang sudah meninggal tersebut akan dikembalikan ke Dinsos Kabupaten.

"Sebenarnya ada 63 orang. Namun, satu diantaranya sudah meninggal. Dan uangnya dikembalikan ke Dinsos kabupaten. Jadi, total warga penerima bantuan sosial tunai yang ada sekarang sebanyak 62 orang", ungkap H. Muchtar

Sementara itu, seorang warga penerima BST tahap kedua, Nuraini saat ditemui POSTNTT.COM mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah yang telah membantu dirinya dan juga masyarakat lainnya di tengah dampak pandemi virus corona ini.

"Saya sudah menerima uangnya sebesar enam ratus ribu rupiah. Dan saya sangat berterimakasih kepada pemerintah yang telah membantu saya dan juga warga lainnya di tengah bias yang timbul karena pandemi covid-19 ini", kata Nuraini.

 

Penulis : Ikhlas Ziliwu

Baca Juga