Top Pick
Beredar Video Tindakan Agresif Oknum Polisi Terhadap Peserta Aksi Tim Koalisi Paket Edi-Weng Ingatkan Pendukung untuk Tetap Rapatkan Barisan Sambangi Posko RMPC-19, Kopdit Rico Mandiri Jaya Beri Bantuan PTUN Menolak Gugatan Paket Misi Wicked Good Indonesia Donasikan 80 Paket Sembako Untuk Pelaku Wisata di Labuan Bajo Paket Sehati Sumbang Masker ke Puskesmas di Belu

Mahasiswa Manggarai Barat-Makasar Gelar Diskusi Online

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Aliansi Mahasiswa Manggarai Barat Makassar (AMMBM) Menggelar disksusi virtual daring/online melalui via Aplikakasi Zoom, Senin (22/06), Pukul 19.00-21.00 Wita, Tema yang diangkat oleh Aliansi Mahasiswa Manggarai Barat Makassar yaitu Dampak Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat.

Narasumber dalam diskusi daring itu diantaranya Agustinus Ranus Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Anggalinus Gapul Kadis Pertanian Manggarai Barat, Bernadus Dandur Kadis PKO Manggarai Barat, Martinus Mitar DPRD Manggarai Barat dan Aloysius Suhartim Karya Pegiat Pariwisata Mangarai Barat.

Kepala dinas pariwisata dan kebudayan Manggarai Barat, Agustinus Rinus menyampaikan, sebagai leading sektor atau Prime Mover, Pariwisata Manggarai Barat mengalami dampak yang luar biasa. Baik dari segi pendapatan Industri pariwisata, dampak langsung tenaga kerja, dan usaha sejenis yang berkaitan dengan industri pariwisata.

Setidaknya ada beberapa poin dampak yang disampaikan berdasarkan hasil survey terhadap 129 orang responden yang terdiri dari pemilik usaha, karyawan, pekerja lepas, dan pengelola destinasi (CBT).

“Covid memberikan dampak pada sektor pariwisata tang cukup besar, pertama sektor pariwisata mengalami kehilangan pendapatan lebih dari 5 Miliar rupiah. Kedua, ketiadaan rencana manajemen krisis dari sebagian besar responden pemilik usaha mapupun pengelola destinasi wisata CBT membuat pukulan Covid-19 semakin  berat. Ketiga, mayoritas responden menggunakan tabungannya dan mulai bekerja di luar sektor pariwisata," Ungkap Kadis Pariwisata.

Lebih lanjut Kepala dinas pariwisata Kabupaten Manggarai Barat menuturkan bahwa dampak covid-19 tidak terlepas dari persoalan tenaga kerja yang bekerja di industri pariwisata. Dikatakan bahwa  dari 4.412 tenaga kerja yang bekerja di industri pariwisata, sebagaian besar dirumahkan dan 130 orang di PHK. 

“Jumlah tenaga kerja yang bekerja di industri pariwisata Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 4.412 orang. Sebagaian besar dirumahkan dan sebanyak 130 orang di PHK," tutur Augustinus.

Untuk mereduksi masalah terkait dampak virus corona di sektor pariwisata, dinas pariwisata bebrapa rekomendasi jangka pendek, rekomendasi untuk tata kelola destinasi dan kelembagaan, dan rekomendasi untuk pemasaran destinasi. Rekomendasi jangka pendek yang ditawarkan dinas pariwisata antara lain ; Menyalurkan dukungan material (bantuan langsung untuk operasional usaha wisata atau keperluan sehari-hari maupun sembako) ke para pelaku wisata yang terdampak Covid-19, untuk memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai bagi warga maupun wisatawan untuk mendukung penerapan protokol CHS+E (Clean, Health, safe+Easy), mengumpulkan dan membagikan informasi kebutuhan tamu paska pandemi kepada para pelaku wisata di Manggarai Barat. 


Sedangkan rekomendasi untuk tata kelola Destinasi dan Kelembagaan, Menerapkan daya dukung destinasi yang berimplikasi pada pembatasan jumlah pengunjung melalui reservasi kunjungan, Meningkatkan sarpras dan infrastruktur destinasi dengan mengadopsi protokol CHS, antara lain; papan info kesehatan, fasilitas kebersihan, Menyusun dan menerapkan perencanaan destinasi pariwisata berbasis mitigasi bencana atau manajemen krisis, Memperkuat peran kelembagaan pariwisata daerah (tim kerja daerah, asosiasi pariwisata, dan pengelola destinasi, (CBT) sebagai pusat informasi dan koordinasi kepariwisataan, maupun sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara itu Koordinator AMMBM Paskalis Budiman
saat dihubungi media POSTNTT.COM mengatakan diskusi Virtual ini bertujuan untuk menelaah berbagai sektor di Manggarai Barat ditengah pandemi Covid-19, seperti sektor pariwisata, pendidikan, pertanian, dan Ekonomi.

Kata Paskalis, pariwisata di Manggarai Barat (MABAR) sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas, sekiranya dimanage seapik mungkin selama Pandemi merebak.

"Apalagi dampaknya sudah dirasakan oleh hampir seluruh instrumen industri pariwisata. Adapun rekomendasi yang diutarakan oleh dinas pariwisata sekiranya diimplementasikan demi pulihnya pariwisata Manggarai barat. Dan lebih dari itu bahwa persiapan menyambut peradaban aktivitas pariwisata pasca Pandemi harus dimasukkan oleh dinas terkait," tuturnya.

Kata dia jika langkah langkah preventif pencegahan maupun langkah solutif menghadapi dampak yang luar biasa, pariwisata Manggarai Barat tidak akan memberikan sumbangsih ekonomi seperti masa sebelum Pandemi. Oleh karena itu, pemerintah sekiranya bekerja keras dan total terhadap penanganan bidang pariwisata.

"Pemerintah MABAR, dalam hal ini dinas parawisata harus membangun kerja sama denga semua pegiat parawisata untuk kemajuan sektor parawisata," tutup Paskalis Budiman.

 


Penulis: Iren Leleng

Baca Juga