Top Pick
Bupati Djafar : Hai Dunia Datanglah Kelimutu Resmi Dibuka Dinilai Langgar UU Konservasi, Pembangunan SarPras di Pulau Rinca Ditolak Keras Kadis Sosial Mabar : Tenaga Kontrak Daerah, Perangkat Desa Hingga Guru Komite Tidak Layak Dapat BST Covid-19 Dinilai Tidak Layak Menerima Bantuan, Pemerintah Desa Lendong-Mabar Ajukan Pergantian Nama Penerima Ke Dinsos Kota Labuan Bajo Lumpuh Dikepung Pendukung Edi-Weng Pemdes Repi Lembor Selatan Bangun Posko Covid-19

Kunjungan Mentri Di Labuan Bajo, Jurnalis dilarang Meliput. Apa Ada proyek Yang salah ?

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjalankan kunjungan kerja di Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Kamis tanggal 16 Juli 2020.

Setibanya di Labuan Bajo, salah satu agenda Monoarfa mengunjungi Puncak Waringin, satu tempat proyek Nasional.

Namun kedatangan Monorfa meninjau proyek ini terkesan sangat tertutup jika dibandingkan dengan kehadiran Presiden RI, Joko Widodo. Hal itu terbukti, ketika sejumlah wartawan yang berada di Labuan Bajo dilarang untuk meliput kehadiranya di Puncak Waringin. Ajudan Monoarfa, mempertanyakan undangan peliputan kepada awak media yang hendak meliput.

Sejumlah awak media cukup kesal dengan sikap Monoarfa tersebut.

"Dikiranya kegiatan tersebut bisa diliput, ternyata tidak. Kami wartawan Tv dan media daring lainnya sempat mendekat di pintu masuk, namun di tolak juga," ungkap Vera Bahali kontributor tv One.

Ketua Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB) Servatinus Mammilianus, turut mengutuk keras tindakan penolakan liputan tersebut.

"Tentu kita tidak menerima apa yang mereka lakukan. Tidak hanya tindakan di puncak waringin, tetapi koordinasi antara panitia dengan pekerja media tidak kita rasakan. Seandainya kita tahu dari awal bahwa kita tidak diperbolehkan meliput pasti kita tidak akan ke lokasi," katanya kesal.

Ia katakan masih banyak topik liputan lain yang juga sangat penting. Ia sangat menyayangkan, kenapa para wartawan dilarang meliput, tanpa ada informasi sejak awal.

"Kita siap menjalankan protokol kesehatan dalam peliputan, tetapi mereka tidak mengizinkan meliput," tambahnya.

Sementara, wartawan media ini menduga bahwa sikap tertutup Mentri Monoarfa ini memberi sinyal jika ada proyek Nasional di Labuan Bajo ini ada yang tidak beres.

"Dugaan saya, ada proyek di Puncak Waringin ini yang tidak beres. Karena itu dia takut jika ada media yang memberitakan. Ini akan memotivasi kami agar lebih kiat lagi memantau dan memberitkan sejumlah proyek Nasional yang sedang berjalan di Labuan Bajo ini," kata Edison.

Edison juga mempertanyakan sikap Humas Manggarai Barat yang tidak mampu menjalankan kordinasi antara pihak kementrian dengan para awak media di Labuan Bajo.

"Humas Pemda Manggarai Barat tidak jelas. Tidak mampu menjalankan kordinasi dengan baik. Memang selama ini mereka tidak pernah kordinasi dengan para wartawan. Ini predikat buruk Humas di Masa pemerintahan Gusti Dulla-Maria Geong", tukasnya.

Baca Juga