Top Pick
PSBB Di Makassar, Mahasiswa NTT Dapat Bantuan Sembako Desa Watu Tiri melaunching Website Desa Guru Honorer di Ende, Usia diatas 35 Tahun Berjuang Jadi PNS Tanpa Tes Dedi Wolo Polisikan Penyebar WhatsApp Pribadi Dirinya Dengan Bupati Ende 1 PDP Yang Meninggal Di Mabar dinyatakan Negatif Covid-19 Diduga Melakukan Korupsi, Kades Rengkam Diperiksa Polisi

Komunitas Anak St. Andreas Borong bermain dan belajar di Kantor Bupati Manggarai Timur

POSTNTT.COM|| BORONG - Sebanyak 90 (sembilan puluh) anak dari Komunitas anak St. Andreas Borong, Matim, NTT melakukan audiensi dengan Bupati Matim Agas Andreas, SH. M.Hum dan Wabup Matim Drs. Jaghur Stefanus di kantor Bupati Matim, Kamis, (6/08/2020).

Komunitas anak St. Andreas Borong adalah salah satu komunitas anak yang ada di Borong sejak tahun 2017, sebagian besar anak berasal dari Golo Ntoung, Golo Lada, Golo Kaca dan Cambir; dan beberapa anak dari Wolo Kolo dan Golo Karot dengan rentang usia 5 - 15 tahun. Mereka datang dari latar belakang keluarga yang sebagian besar adalah pedagang dan petani.

Tujuan kunjungan mereka ke kantor Bupati Matim adalah untuk dapat bertatap muka secara langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur dan berbagi cerita tentang kegiatan yang mereka lakukan di komunitas ini. Kedatangan anak-anak Komunitas St. Andreas didampingi para orang tua dan pembina dan disambut antusias oleh Bupati Agas Andreas dan Wabup Matim Jaghur Stefanus bersama beberapa pimpinan OPD.

Bupati Agas menyampaikan bahwa sebagai Kabupaten Layak Anak dan Kabupaten Ramah Anak, sudah menjadi kewajiban pemerintah dan seluruh masyarakat Manggarai Timur untuk memfasilitasi dan menciptakan kondisi yang nyaman bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. Kondisi dimaksud adalah kondisi lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang damai, aman dan bahagia. Untuk mendukung hal ini, salah satu program yang sedang dikembangkan di Matim adalah Konsep Sekolah Bahagia.

"Di dunia ini ada dua jenis makhluk ciptaan Tuhan yang harus dilindungi secara khusus yakni, perempuan dan anak-anak, mereka yang paling sering mendapatkan tindak kekerasan dari lingkungannya", demikian ditegaskan oleh Bupati Agas.

Penanggung jawab Komunitas anak St. Andreas, Crisnovita Advendria Sitanggang, menjelaskan bahwa kunjungan mereka hari ini adalah ingin “memberitahukan” kepada Pemda Matim bahwa di kabupaten ini sudah ada komunitas anak. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan antara lain membantu anak-anak untuk bisa membaca dan menulis, berlatih menari, membaca puisi, bernyanyi bahkan bermain drama. Mereka sudah sering tampil dalam beberapa kegiatan dan perlombaan. Kegiatan yang dilakukan di komunitas ini tidak menggangu aktivitas belajar anak-anak di sekolah karena semua kegiatan dilaksanakan sore hari selama kurang lebih satu jam dari jam 16.00-17.00 wita.

Perwakilan orang tua Kanisius Bas menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Matim yang telah meluangkan waktu untuk menerima dan “ngobrol” dengan anak-anak mereka dari komunitas St. Andreas. Selain berbagi cerita, anak-anak Komunitas St. Andreas diberikan kesempatan untuk melihat ruang kerja Bupati dan Wakil Bupai Manggarai Timur serta berfoto bersama.

Sebagai ucapan terima kasih, Komunitas St. Andreas memberikan sayur - mayur dan buah - buahan dari hasil pertanian yang dikelola oleh orang tua dan dibantu oleh anak-anak Komunitas St. Andreas kepada Bupati dan Wabup Matim. 

Penulis: Iren Leleng

Baca Juga