Top Pick
Wakil Ketua DPRD Matim Pantau Langsung Penggusuran Lapangan Bola di Colol Luar Biasa! Begini Jadinya Kostum Komodo Diperagakan saat Ajang Miss Universe Pemdes Repi Lembor Selatan Bangun Posko Covid-19 23 Tahun Berlalu, Kini Status Wilayah 3 Dusun di Desa Batu Tiga "Gantung" Panorama Memikat, Berikut 7 Danau Yang Wajib Ada Dalam Daftar kunjungan Liburan Breaking News : Dua Warga Mabar Positif Virus Corona

Mengasah Kemampuan Mahasiswa dalam Kegiatan Non Akademik, STKIP Simbiosis Ende Lakukan Kegiatan KKN di Desa Lise Kuru.

POSTNTT.COM || Ende - Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan  (STKIP) Simbiosis Ende kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Lise Kuru, Kecamatan Lepembusu Kelisoke kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan KKN ini merupakan ajang pembuktian bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang selama ini didapat saat perkuliahan. 

Ketua STKIP Simbiosis Ende Bernadus Gae Longa melalui wakil Ketua 1 Aloysius B. Kelen saat acara pelepasan Mahasiwa - Mahasiwi KKN jumad (14/08/20) mengatakan peserta KKN harus menjaga perilaku saat mengabdi kepada masyarakat. dirinya ingin STIKP Simbiosis Ende tak hanya melahirkan mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik saja, melainkan juga punya moral yang baik dalam masyarakat.

 ”Era sekarang kita dituntut untuk menunjukkan karakter yang luar biasa. sukses bukan dari segi nilai saja, tunjukan perilaku baik ke  masyarakat tunjukan kita bisa bekerja sama dengan baik tunjukan kita bersemangat tunjukan bahwa anda seorang Intelektual,” Ujarnya.

Melalui kegiatan KKN ini, Aloysius ingin eksistensi STIKP Simbiosis Ende diketahui masyarakat lebih luas.  Selain itu juga ia berharap mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang didapat saat perkuliahan secara nyata untuk masyarakat. 

 ”Kita akan berikan sumbangsih pemikiran kita di masyarakat baik itu diminta ataupun tidak,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana KKN STKIP Simbiosis Ende Fransiskus S. Nara Bata dalam sambutanya mengungkapkan kegiatan ini juga merupakan salah satu  langkah bagi mahasiswa untuk dibentuk sebagai insan intelektual. selain itu juga untuk mendukung program pemerintah menjadikan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

 ”Mahasiswa diarahkan memberikan pengabdian tak hanya kepada kampus namun juga masyarakat. Karena ilmu pendidikan sangat penting sehingga bisa diterapkan ke masyarakat kuhusnya desa Lise Kuru,” ujarnya.

Dia melanjutkan KKN ini merupakan salah satu syarat wajib yang harus ditempuh mahasiswa semester akhir agar bisa  lulus.

 ”Selama dua Bulan ini mereka mengabdikan diri ke masyarakat baik itu di kantor desa ataupun ke sekolah sekolah tergantung jadwal yang di siapkan oleh pemerintah desa,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama Camat Lepembusu Kelisoke Damianus Frayalus dalam sambutanya mengatakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada Masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu.

"ada tiga menfaat kuliah Kerja Nyata (KKN) yang pertama bagi mahasiswa itu sendiri, yang kedua bagi masyarakat dan pemerintah yang ketiga Bagi perguruan tinggi," Ungkapnya.

Damianus menambahkan sebagai agen pembaharuan mahasiswa harus mampu memposisikan dan menyesuaikan diri dengan masyarakat selama berada di lokasi KKN, karena mahasiswa dapat berperan sebagai pemberi informasi, motivator bahakan Fasilitator.

Ia berharap kepada mahasiswa yang turun pada program KKN ini untuk selalu bersinergi dengan pemerintah serta masyarakat desa Lise Kuru dalam menyusun program kerja serta secara simultan bersentuhan dengan masyarakat termasuk anggota RT dan RW sebagai tulang punggung desa. Tutupnya

Kepala Desa Lise Kuru Joseph Meda dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan STKIP Simbiosis Ende karna sudah berkenan memilih desa Lise Kuru sebagai tempat Kegiatan KKN.

"Ini merupakan sebuah penghargaan kepada Masyarakat Lise Kuru, karena selama ini kami belum pernah di kunjungi oleh Teman teman mahasiswa dalam kegiatan seperti ini,"Pungkasnya

Penulis : Ronald Degu


Halaman