Top Pick
Transformasi Digital Menyasar Sektor UMKM dan Kunci Bertahan di Masa Pandemi Garnita NasDem Mabar Bagikan 5000 Masker Gratis Terbaru, Cluster Gowa Kembali Sumbang 6 Pasien Positif Covid-19 di NTT Kabar Duka : Anggota DPRD Provinsi NTT Yosef Devid Gadi Djou Tutup Usia Menilik Program Pembangunan di Manggarai Barat Tahun 2021, Ini Kata Kepala Bappeda Data Sirekap KPU 100% , Palson Edi Weng Unggul di 4 Kecamatan, Misi Menang di 7 Kecamatan

Pemdes Ponto Ara Bagi BLT DD Kepada 134 KPM

(Camat Lembor (kanan/masker putih) bersama kepala desa Ponto Ara menyerahkan dana bantuan kepada salah satu Keluarga Penerima Manfaat)

 

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Pemerintah desa Ponto Ara, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) untuk empat bulan sekaligus kepada 134 keluarga penerima manfaat (KPM), sabtu (15/08/2020) di kantor desa Ponto Ara. Penerimaan BLT DD tersebut dialokasikan untuk tiga bulan tahap pertama dan satu bulan pertama pada tahap kedua dengan total Rp 2.100.000 (dua juta seratus ribu rupiah).

Turut hadir dalam pembagian BLT tersebut Camat Lembor Pius Baut, Danramil Lembor Ignasius, Kepala Desa Ponto Ara Rofinus Taso, Pendamping Lokal Desa, Pendamping PKH, Ketua BPD Desa Ponto Ara dan para staf desa.

Kepala desa Ponto Ara, Rofinus Taso kepada POSTNTT.COM menerangkan bahwa pembagian BLT tersebut disalurkan untuk KPM terdampak covid-19 yang terakomodir melalui dana desa.

"Hari ini kita menyalurkan BLT kepada KPM terdampak covid-19 melalui dana desa. Selama ini banyak pertanyaan mengapa desa Ponto Ara belum bagi bantuan covid. Hal itu terkendala anggaran dana desa yang telah terlanjur terpakai habis di tahap I sehingga proses pencairan tahap II kita langsung distribusikan untuk penanganan covid khusus BLT," jelas Rofinus.

Lanjut Rofinus, karena KPM menerima uang dalam jumlah yang cukup besar, sekiranya dapat dimanfaatkan dengan baik, memenuhi kebutuhan pokok di masa pandemic.

Senada dengan kepala desa, camat Lembor juga menegaskan agar masyarakat penerima bantuan mampu menggukan bantuan untuk kepentingan pokok atau kepentingan mendasar.

"Ini bukan uang hadiah. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat karena dampak covid. Gunakan ini dengan baik, semisal membuat jamban bagi keluarga yang belum memiliki jamban. Jangan pakai uang untuk judi dan beli hp baru," kata Pius Baut.

Camat Lembor melanjutkan, jika dikemudian hari penerima BLT ditemukan menggunkan uang untuk judi, untuk beli hp maka dipastikan tidak akan menerima lagi pada tahap berikut.

" Jika kami menemukan atau mendapat laporan uang yang telah dibagi pemerintah dipakai untuk judi, maka kami minta uang itu dikembalikan. Ini semua demi kebaikan bapa mama di Ponto Ara. Gunakan uang sebanyak ini dengan baik," tegasnya dihadapan masyarakat KPM.

Ia juga menjelaskan bahwa yang berhak menerima BLT adalah keluarga miskin yang memenuhi syarat.

Sementara Igansius, Danramil Lembor mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap penyakit menular covid-19. Karenanya ia berpesan agar masyarakat tetap mentaati protokoler kesehatan.

"Keluar rumah tetap pakai masker, cuci tangan sesering mungkin dan hindari tempat kerumunan yang menimbulkan sentuhan fisik karena kita tidak pernah tau kapan datang dan perginya penyakit berbahaya ini."

Pantuan media POSTNTT.COM, proses pembagian BLT ini mentaati protokoler Covid-19. (Edison Risal/POSTNTT.COM)

 

 


Halaman