Top Pick
Viral, Positif Corona, Istri Anggota DPRD Ini Malah Ngumpet di Hotel KPUD Mabar Batasi Massa Pendaftaran Paslon Pilkada Bahas Penerapan New Normal di Kabupaten Ende, IPELMEN Kupang Gelar Diskusi Virtual Bersama Pemerintah Pengusaha Sang Sinar Property Beri Bantuan Tunai Ke 300 Orang di Labuan Bajo Asosiasi Pub dan Panti Pijat di Labuan Bajo Dibentuk, Ketua Hasil Demokrasi Langsung Dilengser Tim Keuskupan Ruteng dan Bupati Matim, Diskusi Soal Tambang

Kemenparekraf Gelar Sosialisasi CHSE Desa Wisata Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo

(Sosialisasi CHSE di Aula Jayakarta oleh Kemenparekraf Jumat, 4/9/2020)

 

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - 
Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) gelar sosialisasi Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) desa wisata destinasi super premium Labuan Bajo di aula hotel silvya, Jumat (4/9/2020). Sosialisasi CHSE bertujuan untuk membangkitkan kembali minat wisatawan ke Labuan Bajo sebagai destinasi wisata yang aman.

Hadir dalam sosilisasi itu Dr. Wawan Gunawan sebagai direktur pengembangan destinasi regional II, Dr. Hari Santoso Sungkari sebagai deputi bidang pengembangan destinasi dan infrastuktur, direktur kelembagaan kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif Drs. Reza Fahevi, Irjen Pol. Adi D. Jayamarta Staf khusus mentri bidang keamanan kementrian pariwisata dan ekonomi, direktur utama BOPLBF Dhana Fatina, Kepala Dinas Pariwisata Pemprov NTT Wayan Darmawa, Kepala dinas pariwisata dan budaya kabupaten Manggarai Barat Agustinus Rinus, pokdarwis desa Liang Ndara dan Anggota Bumdes Batu Cermin.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Dr. Hari Santoso Sungkari mengatakan penerapan pariwisata aman dan sehat untuk meyakinkan wisatawan bahwa Labuan Bajo aman dikunjungi di tengah pandemi Covid-19.

“Sekarang pariwisata aman dan sehat menjadi perhatian nomor satu. Paralel dengan itu yakni desa wisata untuk membangun ekonomi kreatif. Ini sedang kami sosialisasikan,” kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Dr. Hari Santoso Sungkari kepada wartawan.

Pada kesempatan yang sama Staf Khusus Menteri Bidang Keamanan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Inspektur Jenderal Pol. Adi Deriyan Jayamarta, S.IK, menyampaikan bahwa semua pelaku industri pariwisata di NTT sangat dibutuhkan untuk memulihkan destinasi Labuan Bajo.

“Ke depan kami akan bekerja sama, berkomunikasi, berkolaborasi dengan semua pelaku indutri pariwisata yang ada di NTT, tidak hanya Labuan Bajo. Kita membangun persepsi turis bahwa pariwisata di wilayah NTT aman dan sehat serta memberikan keselamatan bagi semua wisatawan,” kata Adi.

Menurutnya, semua pihak yang berkaitan dengan industri pariwisata harus secara ketat menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu Direktur Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Reza Fahlevi, M.Si, dalam materi sosialisasinya menyampaikan bahwa perlu peran bersama untuk memulihkan pariwisata Labuan Bajo.

“Pariwisata itu harus bersinergi, tidak bisa dilakukan sendiri. Pariwisata itu multi disiplin,” kata Reza.

Saat ini kata dia yang harus dilakukan adalah meningkatkan kepercayaan di mata wisatawan bahwa destinasi Labuan Bajo aman dan sehat.

“Sekarang minat wisatawan akan dipengaruhi oleh standar kesehatan yang diterapkan,” kata Reza.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Rinus, menyampaikan bahwa ada 5 obyek wisata yang menjadi pilot projec penerapan konsep wisata aman dan sehat.

“Yaitu Cunca Wulang, Batu Cermin, Gua Rangko, Liang Ndara dan di Wae Lolos,” kata Agustinus. (Edison Risal / POSTNTT.COM)

 

 

Baca Juga