Top Pick
Diserang 'Virus', Pedagang Kecil Di Flores Ini Hampir Gulung Tikar Diduga Melakukan Korupsi, Kades Rengkam Diperiksa Polisi Menaker Ida Resmikan BLK Komunitas Seminari Perubahan Dua Nama Kecamatan di Matim, Ini Kata Kadis Dukcapil Mengenang Bupati Pertama Ende, yang Hampir Terlupakan Bahas Tilang Elektronik, Kapolri Sambangi Mahkamah Agung

Kemenparekraf Gelar Sosialisasi Panduan CHSE untuk Pelaku Usaha Wisata Selam di Labuan Bajo

(Pelaku usaha selam. Foto : Istimewa)

 

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar acara sosialisasi panduan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) bagi para pelaku usaha wisata selam di wilayah Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, dalam acara sosialisasi yang digelar di Inary Bay The Marina Meeting Room, Manggarai Barat, Selasa (6/10/2020), mengatakan, dalam mengaktifkan kembali sektor pariwisata diperlukan persiapan penerapan protokol kesehatan yang baik.

“Untuk itu, Kemenparekraf/Baparekraf berinisiatif menyusun panduan protokol kesehatan berbasis CHSE di masing-masing bidang pariwisata, termasuk usaha wisata selam. Hal ini dilakukan mengingat protokol kesehatan berbasis CHSE memiliki peranan penting untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata, terutama di bidang wisata minat khusus,” kata Rizki.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kepercayaan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru.

“Dengan meningkatnya kepercayaan wisatawan, maka sektor pariwisata bidang wisata minat khusus bisa bangkit kembali,” ujar Rizki

Rizki berharap melalui panduan ini dapat dijadikan sebagai acuan oleh industri wisata selam dalam menyelenggarakan usaha wisata selam yang sesuai dengan protokol kesehatan berbasis CHSE.

“Sekali lagi yang terpenting dari semuanya dibutuhkan kedisiplinan dari para pelaku usaha wisata selam dan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Rizki.

Sementa kepala dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan apresiasi kepada Kemenparekraf yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi khusus panduan CHSE untuk pelaku diver di Labuan Bajo.

"Ujung tombak pariwisata di Labuan Bajo ini adalah pelaku usaha. Salah satunya pelaku usaha selam. Karena itu, di situasi pandemic ini, bapak/ibu semua harus dibekali dengan panduan prokes agar terhindar dari serangan virus," kata Agustinus Rinus dalam sambutanya.

Dalam kegiatan ini hadir pula beberapa narasumber, antara lain President & CEO Divers Alert Network (DAN) William M. Ziefle, Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang Nistyantara, Tim Penyusun CHSE Usaha Wisata Selam Kemenparekraf Daniel Abimanju Carnadie dan Bayu Wardoyo. (Edison Risal).

 

 

Baca Juga