Top Pick
BOPLBF Kembali Laksanakan Gerakan BISA, Destinasi Wisata Flores Timur Terus Berbenah Terkait Adanya ASN Merangkap BPD, Kadis PMD MATIM Akan Panggil Kepala Desa Ulu Wae Gandeng General Multi Suplindo-Jakarta, LPPKPD Manggarai Serahkan 500 Masker Kain Kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Manggarai ALKRAP Ende Minta Pemda Subsidi Penggunaan Air PDAM Komunitas Motor Labuan bajo Menggelar Aksi Donor Darah Partai NasDem Kembali Salurkan Bantuan 750 Paket Ikan Untuk Warga

PMKRI Ruteng Himbau Masyarakat Taati Instruksi Pemerintah

POSTNTT.COM | Ruteng - Dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran virus korona di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan banyak instruksi dan himbauan untuk pencegahannya. Salah satu imbauan tersebut adalah dengan mengisolasikan diri di rumah masing-masing. Namun demikian, dalam kenyataannya masih ada masyarakat yang kurang mengindahkan instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut. Pemandangan ini bisa disaksikan di kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Menyikapi hal tersebut, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Ruteng menghimbau masyarakat Manggarai agar tetap mengisolasikan diri di rumah masing-masing.

Baca Juga : Puskopdit Manggarai Raya turut menyumbang dana kepada Pemda mengatasi Covid

Himbaun ini tertuang dalam press release yang diterima oleh POSTNTT.COM dari Ketua PMKRI Ruteng, Hendrikus Mandela pada Selasa (1/4/2019).

Menurut Hendrikus Mandela, sebagai tindakan pencegahan, masyarakat dihimbau untuk mematuhi instruksi pemerintah, baik itu tentang social distancing maupun juga physical distancing serta protokol pencegahan yang telah dikeluarkan oleh instansi atau lembaga terkait.

Namun demikian, lanjut Hendrikus Mandela, apa yang tampak di kota Ruteng saat ini malah sebaliknya dan sungguh meresahkan. Pasalnya, aktivitas di Kota Ruteng nampaknya kembali ramai seperti biasanya.

"Toko-toko dibuka, karyawan kembali bekerja, orang-orang mondar-mandir, semuanya pada sibuk dengan urusan masing-masing. Kami yang menyaksikan ini sangat resah, sebab kita tahu bersama bahwa wabah covid-19 belum berakhir.
Jadi, tolong jangan meremehkan pandemik covid-19 ini. Sebab berdasarkan pantauan kami, terlihat karyawan di toko-toko kembali bekerja. Main gila macam apa ini? Di tengah yang lain waspada, Kok mereka apatis saja", tulis Hendrikus Mandela.

Lebih jauh, Hendrikus Mandela pun menilai bahwa masyarakat nampaknya meremehkan himbauan pemerintah tentang social distancing maupun physical distancing. Padahal, lanjut Hendrikus Mandela, himbauan pemerintah serta gereja sudah tertera sangat jelas lewat beberapa surat instruksi, seperti pertama, Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Hk.Nomor.02.01/Menkes/199/2020 Tanggal 12 Maret 2020 Tentang Komunikasi Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga : Kabar Gembira, Suplemen Pembunuh Covid Berhasil ditemukan oleh Peneliti Indonesia

Kedua, Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 3 Tahun 2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid- 19) pada Satuan Pendidikan.

Ketiga, Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A. Tahun 2020 tentang Perpanjangan Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Akibat Virus Corona di Indonesia.

Keempat, Instruksi Gubernur NTT nomor BU.443/02/BPP/2020 tentang Pembatasan Akses bagi WNI dan WNA Pelintas Batas di PLBN Terpadu dan PLB di Wilayah NTT.

Kelima, Surat Edaran Gubernur NTT Nomor. BU.440/03/Kesehatan Prov.NTT/2020, tanggal 10 Maret 2020 tentang Upaya Penjegahan Penularan Covid-19 di tempat Kerja.

Keenam, Instruksi Pastoral Keuskupan Ruteng Nomor: 016/I.1/III/2020, tanggal 27 Maret 2020 tentang Pelayanan Pastoral di tengah Wabah Covid-19 (Corona).

Baca Juga : Prediksi Wabah Corona Akan Segera Berakhir

Berangkat dari situasi yang ada, tulis Hendrikus Mandela, disamping apresiasi terhadap hasil keputusan dan penerapan kebijakan pemerintah selama ini kepada masyarakat, tentu diharapkan juga agar pemerintah bisa mengatur kembali serta bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang terlihat bandel dan tidak mengindahkan imbauan yang ada.

"Kami sangat mengapresiasi keputusan kebijakan pemerintah selama ini dalam melawan covid-19, termasuk penerapannya di tengah masyarakat. Namun kelihatannya mulai hari ini ada yang bandel. Karena itu kami serahkan sepenuhya kembali kepada pemerintah", tutup Hendrikus Mandela.

 

 

Penulis : Vansi Helmut

Baca Juga