Top Pick
Poktan Desa Siru Dapat Bantuan Mesin Giling Padi Dari BI Yuk, Tonton Video Presiden Jokowi Saat Ke Labuan Bajo Terkait Sengketa Tanah Keranga, Bupati Dula Diperiksa Hingga 10 Jam FJM Nilai Pernyataan Ketua KPU NTT Bentuk Pembohong Publik Petaka Arisan Online, Banyak yang Jadi Korban Penipuan   Lima fakta terkait video syur mirip Gisel yang menghebohkan media sosial

Tidak Berizin, PT Menara Armada Pratama tetap lanjutkan Penambangan Ilegal

(Lokasi Tambang Ilegal yang dikerjakan oleh PT Manara Armada Pratama (MAP) di Lengko Leleng, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kab. Mabar, Jumat, 20 November 2020. Foto : Edison Risal)

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Kegiatan aktivitas Penambangan secara Ilegal yang dilakukan oleh PT Menara Armada Pratama (MAP) sebuah perusahaan yang bergerak di Bidang Konstruksi, kembali dilakukan meski belum mengantongi ijin dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Manggarai Barat.

Aktivitas penambangan yang dilakukan di Lengko Leleng, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling ini masih dilakukan meski sebelumnya pada 24 Agustus 2020 yang lalu, akvitas penambangan yang dilakukan oleh Perusahan milik Paulus Sumito ini dihentikan serta dilakukannya penyegelan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Mabar karena tidak mengantongi ijin galian C dari dinas DLHK Mabar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Mabar, Paulinus Pang menjelaskan meski telah berjalan selama empat bulan, PT Menara Armada Pratama hinggah bulan November 2020 belum bisa menunjukan dokumen perijinan. Namun meski demikian, PT MAP masih terus melakukan kegiatan penambangan Ilegal tersebut.

"Berkaitan dengan tambang disini belum ada ijin dari lingkungan hidup. Kita sudah pernah melakukan larangan untuk menghentikan aktivitas. Hari ini harus dihentikan sampai ada ijinnya . Ini ilegal dan kita sudah larang juga sebelumnya." Ujar Paulinus saat meninjau lokasi tambang tersebut, Jumat (20/11)

Saat dilakukannya pemeriksaan kembali pada lokasi tambang oleh SatPol PP bersama DLHK, Jumat (20/11), kegiatan penambangan diketahui masih dilakukan. Kepala SatPol PP Mabar, Stefanus Salut menjelaskan Pemeriksaan kembali dilakukan setelah mendapati sejumlah laporan dari Warga masyarakat yang mengkeluhkan kondisi air sungai yang biasa digunakan untuk perswahan berubah menjadi keruh. Keluhan yang sama juga diperoleh dari Direktur PDAM Mbeliling.

"Empat bulan lalu kami sudah melakukan penyegelan disini tidak boleh ada aktivitas sebelum ada ijin, tetapi berdasarkan laporan dari masyarakat dan Direktur PDAM berdasarkan pemantauan mereka dititik water treatment bahwa airnya keruh bukan karena hujan tetapi karena ada aktivitas tambang. Sehinggah kami datang cek lokasi dan memang betul ada aktivitas disini yang belum ada ijin." Ujar Stef Saat meninjau lokasi tambang tersebut, Jumat (20/11)

Terkait hal ini, Stefanus menjelaskan pihaknya tidak akan melakukan penyegelan kembali namun Ia tetap memastikan aktivitas penambangan harus dihentikan dan Ia juga akan menggelar rapat pada Senin (23/11) guna membahas terkait tambang Ilegal ini bersama dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain Itu PT MAP pun juga akan dipanggil untuk mengikuti Rapat tersebut.

"Untuk sementara kita tidak lakukan penyegelan lagi karena sebelumnya sudah dilakukan tapi kami pastikan aktivitas harus dihentikan sampai ada ijin resmi dari instansi terkait." Tutur Stefanus

Ditemui di lokasi, Penanggung Jawab lokasi tambang Ilegal ini, Redentus Bukarnain mengakui aktivitas penambangan Ilegal masih sering dilakukan semenjak disegel bulan agustus lalu. Namun menurutnya, aktivitas tambang ilegal tidak dilakukan setiap hari. Selain itu, Ia juga tidak mengetahui apakah Proses perijinan dan pemberitahuan kepada Dinas terkait akannakyivitas tambang Ilegal inj.

"Pengolahan sejak empat bulan terakhir. Tapi tidak tiap hari. Disini kita masa percobaan saja. Sudah Tau (belum ada ijin), kalau untuk pengolahan kita kan tahap percobaan saja. Persoalan pemberitahuan (terkait aktivitas penambangan pasca penyegelan) saya tidak tau karena saya orang lapangan. " Ucap nya.

Redentus juga mengakui penggunaan material dari aktivitas penambangan Ilegal di Desa Tondong Belang ini hanya digunakan untuk perbaikan akses jalan masuk menuju lokasi penambangan dan telah diketahui oleh atasannya.

"Belum ada penggunaan keluar cuma hanya untuk uji coba. Kalau aktivitas ambil material hanya untuk perbaikan akses jalan masuk. Perintah dari atasan dan kegiatan disini sudah diketahui Pimpinan.

Pantauan media ini, dilokasi tersebut terdapat beberapa orang pekerja berikut dengan sebuah tenda yang digunakan pekerja untuk beristirahat. Selain itu terdapat pula dua buah mesin pemecah batu, sebuah Dump truck. Tak jauh dari lokasi tersebut terdapat sebuah Alat berat (Excavator). (Edison Risal)

 

Baca Juga