Top Pick
Kontraktor CV. Afgro Putra: Kerusakan Jalan di Wejang Mali-Wuas Akan Diperbaiki. KPU Ende Lakukan Pemutahkiran Data Pemilih Berkelanjutan Muhamad Achyar dan 6 Tersangka Lain Kasus Tanah Keranga Jalani Sidang Perdana Puisi Yakobus A. Balimula : Gadis Tanpa Usia Di Sela Masa Reses, DPRD PAN Dapil 3 Sambangi Dua Sekolah Dasar Di Mabar Dokumen Harta Kekayaan dan Ijazah Bakal Calon Turut Jadi Laporan Publik Ke KPU Mabar

Polsek Lembor menangkap Pelaku Pencurian Spare Part Mobil

POSTNTT.COM| Labuan Bajo - Polsek Lembor, Kab. Manggarai Barat berhasil meringkus seorang pelaku pencurian suku cadang atau spare part mobil di Lembor pada Selasa (31/3/2020). Pelaku ditangkap saat sedang bersama keluarga di rumahnya.

Kapolsek Lembor, Ipda Yoga Darma Susanto, S.Tr.K, mengatakan tersangka YIH alias Ivan (22) warga Malawatar, kelurahan Tangge, kec Lembor, kab. Manggarai Barat ditangkap petugas usai melakukan aksi pencurian spare part kendaraan mobil di salah satu rumah warga, kelurahan Tangge, Kec Lembor, kab. Manggarai Barat senin 31 maret 2020 bersama seorang temanya FP yang saat ini sedang menjadi buronan.

"Ada dua tersangka, salah satunya sudah diamankan di Polres Manggarai barat sementara yang tersangka lain masih dalam pengejaran dan tersangka Ini residivis pelaku pencurian yang meresahkan masyarakat lembor", ungkap Ipda Yoga kepada POSTNTT.COM pada kamis (2/4/2020).

Menurut Ipda Yoga, dari perbuatanya tersangka disangkakan dengan dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3 ke 4 dan ke 5 kuhp Jo pasal 362 kuhp dan ancaman penjara 9 tahun.

Sementara menurut informasi lain yang diterima media ini, jika pelaku Ivan belum sempat mengambil barang curian seperti yang disangkakan.

Paman Ivan, Emil pun turut mengungkapkan kronologis peristiwa yang menjerat ponakanya di rumah tahanan Polres Mabar itu.

Menurutnya, peristiwa itu bermula ketika Ivan ke rumah pemilik kendaraan dan hendak mengambil bamper mobil 

Baca Juga : PMKRI Ruteng Himbau Masyarakat Taati Instruksi Pemerintah

Selanjutnya, di hari yang sama, polisi menjemput Ivan di rumahnya dengan dalil untuk dimintai keterangan.

"Ivan di jemput di rumah dengan dalil dimintai keterangan tetapi ternyata dia langusung di tahan. Sementara saat Ivan di panggil tidak ada surat pemberitahuan kepada keluarga", katanya.

Sebagai keluarga, ia menyesali tindakan kepolisian yang tidak melalui perosedur yang baik dan menemukan banyak kejanggalan.

Namun demikian, ia juga mengaku akan mengikuti proses hukum sesuai yang berlaku dan adil terhadap ponakanya.

"Kami pasti ikuti prosedur hukum yang berlaku", tambahnya.

Adapun hal lain yang disesalkan olehnya ialah jika Ivan, sebelum dibawa ke polres Manggarai barat Ivan sempat diperlakukan kasar oleh pihak kepolisian dan pemilik kendaraan turut memukul Ivan di ruang tahanan.

Baca Juga : Puskopdit Manggarai Raya turut menyumbang dana kepada Pemda mengatasi Covid

"Ivan dipukul oleh pihak polisi dan dan pemilik kendaraan. Pemukulan terjadi di kantor polsek Lembor. Inikan sudah aneh ya, bagaiaman bisa penegek hukum main hakim sendiri ?", tukasnya.

"Keluarga sangat kecewa karena perlakuan tersebut, padahal anak kami statusnya belum jelas apakah tersangka atau apa. karena kita semua seharusnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah", tutupnya.

Menanggapi hal itu, Ipda Yoga membantah tudingan pihak keluarga yang tidak profesional menjalankan kasus Ivan.

"Itu informasi darimana lagi. Itu sudah tidak benar pihak keluarga menyebarkan informasi", papar Ipda Yoga.

 

 

Penulis : Edi Risal

Baca Juga