Top Pick
Medsos Dihebokan Beredarnya Foto Wabub Matim, Ini Kata Kabag Humas Perhelatan ICEHHA Telah Usai, Rektor Unika Ruteng Sampaikan Terima Kasih Bupati Mabar Buka Secara Resmi RA-RPJMD Periode 2021-2026 Perubahan Luasan Aset Tanah Pemda Mabar Tanpa Berita Acara yang Diketahui Pemohon Hak Pasca Bencana Alam di Alor, Masyarakat Terdampak Mulai Krisis Air Bersih BOPLBF Gelar Pelatihan Properti Sanggar Tari Tingkatkan Kualitas Industri Seni Kreatif Lokal

Warga Watu Arus Soroti Kinerja Kades Paulus Anam.

POSTNTT.COM|BORONG - Warga Masyarakat Watu Arus soroti kinerja Paulus Anam kepala desa Watu Arus, Kecamatan Pocoranaka Timur, Manggarai Timur, yang diduga dalam pengelolaan keuangan dana desa (DD) tidak sesuai aturan.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga masyarakat yang enggan dimediakan namanya kepada media ini, Rabu, (02/12/2020), menegaskan bahwa pemerintah desa Watu Arus banyak item program yang tidak terealisasi.

Seharusnya, pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik yang bersumber Dana Desa (DD) tidak diperbolehkan melewati tahun anggaran.

Namun kenyataan di lapangan ditemui pelaksanaan masih berjalan dan belum rampung walaupun pencairan dana desa dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Rekening Kas Desa (RKD) sudah 100 persen.

Lanjutnya, item program yang tidak realisasi itu diantaranya:

Pertama manfaat kantor desa, tidak digunakan selama masa jabatan kepala desa Paulus Anam.

Ia menjelaskan pembangunan kantor desa juga diperlukan sebagai tempat berkantor dan mengurus administrasi desa. Sudah tidak waktunya lagi kantor desa 'numpang' rumah orang, apalagi memakai rumah Kepala Desa (Kades).

"Seharusnya, aktifitas kepemerintahan tidak waktunya lagi numpang di rumah milik pribadi kepala desa," jelas Warga.

Kedua, bantuan rumah mura TA 2019, dikeluhkan warga. pasalnya bantuan rumah tersebut material tidak lengkap. 

"Pengadan material seharusnya sesuai RAB, faktanya material yang diterima, tidak lengkap, seperti semen, sing, paku, hingga saat ini kami belum terima semen yang berjumlah 10 sak," keluhnya.

Ketiga, pembangunan ruangan tunggu di Poskesdes, tidak realisai.

Padahal menurut warga, seharus realisasi, namun hingga saat ini, tidak tuntas.

Menanggapi hal tersebut kepala desa Watu Arus Paulus Anam, mengatakan bahwa untuk kantor desa yang tidak digunakan itu benar.

Namun, kata Paul, kantor tersebut tidak dimanfaatkan, karena fasilitasya belum lengkap, dan sering masuk pencuri.

"Kemarin lalu kami sempat simpan material, tak lama kemudian meterial tersebut hilang. pencuri nekat masuk cungkil pintu. dengan pertimbangan tersebut kami tidak manfaatkan kantor, takutnya kalau kami simpan dokumen penting, ada oknum yang buat ulah," ujar Paul.

Lebih lanjut Paul menjelaskan bahwa, untuk pembangunan jalan Lapen, sebenarnya bukan anggaran 2018. Yang paling benar katanya, lapen tersebut dianggarkan pada TA 2020 dan masuk di APBDES 2020.

"untuk lapen lokasi di Rondep, kami mau laksanakan, dalam waktu dekat pengadaan material. sebenaranya kegiatan fisik seperti lapen lokasi di Rondep dipangkas karena Covid-19, karena ada sisa dana, kami tetap laksanakan kegiatan," jelasnya.

Paul mengakui untuk pembangunan ruangan tunggu di Poskesdes TA 2017, belum tuntas karena di tahun 2017 alokasi dana desa tidak dicairkan pada tahap empat.

"Lalu karena tidak cair, pembangunan ruangan tunggu tidak tuntas. karena di laporan untuk pembangunan ruang tunggu belum 100%, dan kami tetap upayakan untuk tuntas," jelas Kades.

"Sedangkan untuk bantuan rumah murah, KPM sudah terima materialnya, dan kwitansi lengkap. dalam waktu dekat saya akan panggil KPM bantuan rumah murah," kata Paul. (Iren Leleng).

 

 

 


Halaman