Top Pick
Gugatan Pilkada, Mabar Tidak Termasuk yang Penuhi Syarat Ambang Batas Ini Enam Figur Baru di Kabinet Indonesia Maju Satu Lagi SPBU Baru di Labuan Bajo Diresmikan Bupati Edistasius Endi Didorong Tokoh Masyarakat, Didianus Literman Siap Maju Calon Kades Watu Arus Matim Wicked Good Foundation Kembali Sumbang 40 Paket Sembako untuk Pekerja Pariwisata Diduga Ritual Aliran Sesat, Polres Pandeglang Mengamankan 16 Orang Mandi Telanjang Bersama

Miskomunikasi Diduga Penyebab Timbulnya Kasus Medi dan Perawat Christina

(kuasa hukum dan Selesius Medi. Foto : Ist)

 

POSTNTT.COM | BORONG - Aleksius Marianus Adu, SH. selaku Kuasa hukum Sales Medi menilai kejadian yang menimpa kliennya Salesisus Medi dan tenaga medis Chirstina Carvallo merupakan sebuah kejadian miskomunikasi dan berujung misunderstanding.

Saat ditemui Media ini diruang kerjanya Jumat, 04/12/2020 mengatakan kejadian yang menimpa kliennya Sales Medi dan Kristin Karvallo merupakan sebuah kejadian miskomunikasi dan berujung misunderstanding.

”Menurut hemat kami ini bukan sebuah perkara. Karena bersifat situasional dan insidentil,” ungkap Pengacara yang kerap disapa Aleks Adu itu.

Lanjut Aleks mengatakan bahwa kejadian itu sangat situasional. Menurutnya, Coba dibayangkan bagaimana Klien kami berada di puskesmas Borong dari pukul 13.00 dan korban baru mendapatkan tindakan medis pada pukul 20.00 wita, dan terjadi miskomunikasi lantantaran korban baru mendapatkan fasilitas rawat inap pada pukul 00.50 wita.

”Bisa saja klien kami Sales Medi dan Keristin Carvallo sama sama berada pada mengalami kelelahan, oleh karenanya situasinya tidak kondusif. Sehingga terjadi miskomunikasi, dan menurut saya sangat manusiawi,” tutur Aleks.

Berhubung kedua belapihak sudah saling melapor kepada pihak kepolisian, oleh karenanya dalam pemeriksaan materil/pidana harus berbasis pada Lokus dan Tempus delikti. Untuk itu, lanjutnya, pihak-pihak yang bukan merupakan saksi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk tidak menggoreng-goreng situasi ini.

Lanjutnya, kejadian ini harus dilihat secara obyektif dan proporsional.

Lanjutnya, berhubung persoalan ini belum menjadi sebuah perkara atau kasus karena masih level penyelidikan, untuk itu pihaknya sambut baik keinginan maupun upaya-upaya positif dari PPNI Pusat maupun PPNI NTT yang sudah terkonfirmasi melalui pembicaraan video call dan pesan whatsapp bahwa akan hadir pada hari Selasa di Borong.

Kata dia, Sales Medi dan Kristin adalah putra putri terbaik Manggarai timur yang sudah mendapat kepercayaan masyarakat untuk masuk ke ruang publik, guna mengemban tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Menurut saya, melalui peristiwa ini semoga akan ada perubahan dan perbaikan serta peningkatan mutu pelayanan, baik di DPR dan Kesehatan. Tugas moral dan profesional saya terletak pada bagaimana saya mengerti dan memahami keinginan masyarakat dan tidak sekedar menyangkut urusan bersifat teknis hukum,” Tuturnya.

Dirinya pun menambahkan “Kita ini orang Manggarai yang seharusnya menjunjung tinggi kearifan dan keluhuran budaya Manggarai, Hentikan “neka pande ritak” jangan bikin malu,” tuturnya.

"Mari kita mengambil makna dari peristiwa ini dalam rangka perbaikan, mindset dan semangat kita harus sama menuju pada suatu perubahan," tutup Aleks. (Iren Leleng).

 


Halaman