Top Pick
Breaking News : 1 Orang di Kabupaten Ende Terkonfirmasi Postif Covid-19 Bangun Sinergitas, TNI dan POLRI di Lembor Gelar Kegiatan Olahraga Bersama Tiga Desa Di Kecamatan Borong, Resmikan Posko Penanganan Covid-19 Cegah KARHUTLA, Polres Mabar Akan Sosialisasi Dampak Kelestarian Alam dan Sanksi Hukum Masyarakat Desak Polres Mabar Bongkar Kasus Dugaan Ijazah Palsu Paslon Pilkada Soal PSBB, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Disiplin dan Ikuti Protokol Kesehatan

Suhu badan tak Normal, 4 Penumpang Kapal di Reok akan diperiksa di RSUD Ruteng

POSNTT.COM  | RUTENG - Di tengah upaya memerangi dan mencegah adanya penularan wabah corona di pelbagai pintu masuk, baik itu di pelabuhan maupun juga bandara, hari ini dua unit kapal laut kembali bersandar di pelabuhan kelas II Reo pada, Sabtu (04/04/2020). Kedua unit kapal tersebut adalah Kapal Perintis Tol Laut KM. Usaha Abadi yang dikabarkan menurunkan sejumlah penumpang dengan rute keberangkatan dari Bima-Reok sebanyak 14 orang dan disusul satu unit Kapal Perintis Tol Laut Sabuk Nusantara yang menurunkan sejumlah penumpang di pelabuhan kelas II Reok sekitar 84 orang.

Semua penumpang yang turun diawasi ketat oleh para petugas UPP Pelabuhan Kelas II Reok, Pihak kepolisian serta tenaga medis dari Puskesmas Reok mengecek kesehatan masing-masing penumpang dengan menggunakan alat pengecekan suhu tubuh yang dilanjutkan dengan penyemprotan cairan disinfektan baik barang bawaan penumpang maupun tubuh setiap penumpang.

Baca Juga : Selaian Edukasi dan Pendataan, Pemdes Lendong Gelar Semprot Desinfektan di Perumahan warga mencegah Covid-19

Kepala Puskesmas Reok Mub.Saleh, kepada media mengatakan bahwa dari kedua kapal yang masuk bersandar itu terdata, pihaknya melakukan beberapa upaya dengan mensterilkan barang bawaan seluruh penumpang dan disiapkan formula khusus yang aman untuk disemprotkan ke para penumpang.

"yang kami lakukan adalah bukan untuk mesterilkan mereka (para penumpang) tetapi untuk menghancurkan kuman yang berada di luar tubuh agar mati tetapi kalau sudah ada kuman yang berada di dalam tubuh maka desinfektan ini tidak bermanfaat sama sekali", ungkapnya

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa sebanyak 14 orang penumpang Kapal perintis KM. Usaha Abadi dengan rute keberangkatan dari Bima-Reok yang turun di unit pelabuhan kelas II Reok, sementara sebanyak 84 orang penumpang KM.Perintis Sabuk Nusantara 84 dengan rute keberangkatan sama yaitu Bima-Labuan Bajo juga turun di Unit pelabuhan Kelas II Reok.

Baca Juga : Positif Covid-19 terus bertambah Mencapai 1.986 Kasus di Indonesia

Kata dia, untuk kajian awal sementara terdapat 4 orang penumpang KM.Sabuk Nusantara 84 yang perlu dikaji kembali kesehatanya berdasarkan hasil pendataan pihaknya melalui wawancara langsung dan scan suhu tubuh.

"Untuk pengkajian awalnya ditemukan ada 4 orang penumpang yang perlu dikaji kembali, baik nanti dikaji di puskesmas Reok ataupun di RSUD Ben Mboi Ruteng", imbuhnya.

Menurutnya, untuk menetapkan apakah keempat penumpang itu nantinya ditetapkan sebagai ODP atau bukan itu kewenang pihak Kabag Humas Setda Manggarai.

"Untuk keempat orang penumpang itu kami akan lakukan pengkajian ulang, kami hanya berwewenang untuk melaporkan hal ini kepada Kabag humas Setda Manggarai.

Baca Juga : WHO Peringatkan Indonesia agar Jangan Semprot Disinfektan Langsung ke Badan Seseorang

Meski demikian, kata dia pihaknya sudah melakukan upaya yang sangat baik dan maksimal yaitu dengan menyemprot semua barang bawaan dan tubuh penumpang menggunakan disinfektan dan cuci tangan menggunakan sabun serta discan suhu tubuhnya.

Ketika hasil scan suhu tubuh mencapai suhu 38 celcius maka kita akan pisahkan orangnya untuk dipantau lebih lanjut.


"Semua penumpang yang datang dari wilayah terjangkit wajib hukumnya mengisolasikan diri di rumah selama 14 hari secara mandiri", tutupnya.

 

 

Penulis : Will Susu

Editor    : Vansi Helmut

Baca Juga