Top Pick
Orderan Grabfood di Labuan Bajo meningkat ditengah pandemi Covid-19 Gugus Tugas COVID-19 Umumkan 5 Kombinasi Obat yang Efektif Lawan Corona   Pro Aktif Pembelajaraan Daring, Lurah Onekore berikan Wifi Gratis untuk Siswa Sah, Empat Paslon Pilkada Mabar Dinyatakan Memenuhi Syarat Kunker, Julie Laiskodat Komitmen Dukung Pemberdayaan Petani dan Nelayan Resmi Dilantik, Harapan Baru Menunggu Kades Maurole

Minggu Palma di jalan, Umat Katolik NTT Menangis Ingin pulang ke Gereja

POSTNTT.COM | Borong - Minggu Palma di jalan, umat Katolik NTT menangis ingin kembali ke Gereja. Hal ini bertanda setiap umat gerejawi katolik harus pulang kembali ke peradaban lokal seperti sediakala. Saat itu di Timur Tengah, persisnya Yerusalem para rasul dan umat Yesus mengarakinya dengan keledai serta daun palem di berbagai permukaan jalan  sembari bersorak ria.

Tentu hal itu tidak jauh berbeda dengan Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Manggarai Timur, tepatnya di Lingkungan Tanggo, kelurahan Kota Ndora, Minggu (05/04/2020). Dengan peristiwa Palem di pinggiran jalan tak lagi punya kesempatan untuk merayakan dalam gereja sebagai bentuk antisipasi terhadap wabah covid-19 yang telah mengorbankan berjutaan nyawa manusia sedunia.

Seorang pastor bersama tim kapelan melakukan perarakan setiap lingkungan tempat tinggal warga untuk merayakan perayaan daun palma.

Baca Juga : Suhu badan tak Normal, 4 Penumpang Kapal di Reok akan diperiksa di RSUD Ruteng

Menyambut hal ini, semarak sorai warga Tanggo dengan mengungkap kembali kutipan injil Matius 21:9 yakni Hosana bagi anak Daud, diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana ditempat yang Mahatinggi. Kutipan injil ini menjadi bumerang datangnya air mata kesedihan warga.

Juliana Meo (65), umat katolik kapela Elisabeth Tanggo terlihat menjatuhkan air mata ketika para pastor datang memberi berkat di depan halaman rumah yang tepat di depan jalan negara trans Flores.

"Ini sejarah baru kita tak lagi didalam gereja. Semua umat hanya berdiri di pinggir jalan. Saya sangat sedih karena anak-anak seisi rumah menyambut pemberkatan minggu Palma dengan jaga jarak antara sesama", ungkap dia dengan mata berkaca-kaca kepada POSTNTT.COM pada Minggu (5/4/2020).

Sementara warga lain, Valentinus (30) mengatakan bahwa Jerusalem telah datang di Manggarai Timur pada perayaan minggu palem ini.

Baca Juga : Selaian Edukasi dan Pendataan, Pemdes Lendong Gelar Semprot Desinfektan di Perumahan warga mencegah Covid-19

"Banyak umat katolik berbicara tentang Yerusalem, isak tangis membawa alunan kesunyian dalam remangan jaga jarak antara umat  yang satu dan lainnya. Merasa sedih sekali dan ingin kembali ke gereja seperti biasanya", tambahnya.

"Apakah dunia ini telah seraka? Sampai Tuhan datang ke rumah secara langsung. Penampakan kisah Jerusalem telah ada lagi hari ini, banyak umat yang sedih dan inggin kembali ke gereja", pinta Martinus, salah satu warga lainya sembari mencontohkan kutipan yang tertulis dalam injil.

"Bersorak-soraklah degan nyaring, hai puteri sion, bersorak sorailah, hai puteri Yerusalem. Lihat, Rajamu datang kepada mu, ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang mudah", tuturnya degan begitu sedih.

 

Penulis : Will Susu
Editor   : Edi Risal

Baca Juga