Top Pick
Andre-Gapul : Tagline 'Ase Kae Dite Taung' Bentuk Komitmen Ciptakan Pilkada Damai Ryrin Robeltildis : Saya Bangga dan Terharu saat Orang Tua yang Pindahkan Kucir Toga di Wisuda Online Uniflor Warga Desa Compang Raci Matim Sudah Sejak Lama Rindu Listrik PLN KPK Ingatkan Hotel BUMN yang Tunggak Pajak 1.8 M 54.986 Masyarakat telah di Vaksin. Pemkab Mabar Targetkan Vaksinasi Berakhir November Wartawan TVRI 'Diganggu' Staf Kapolda NTT Saat Bertugas

Polres Mabar Selidiki Penyelundupan 1.114 Tabung Elpiji

(Ilustrasi tabung elpiji. Foto : Ist)

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Barat mengamankan ribuan tabung gas elpiji yang diangkut menggunakan 2 unit kendaraan mobil truk. Elpiji itu diamankan karena tidak memiliki dokumen.

“Penangkapan itu berlangsung pada Sabtu (23/1/2021) di Pelabuhan Feri Labuan Bajo,” ungkap Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si, melalui Kasat Reskrim, Iptu Yoga Darma Susanto, S.Tr.K kepada media, Kamis (28/1/2021) sore.

Dikatakan Yoga, 2 unit truk beserta ribuan tabung gas elpiji tersebut saat ini diamankan petugas, karena tidak memiliki dokumen resmi.

“Dua unit truk berisikan tabung gas elpiji tersebut diamankan di Mapolres Mabar, karena saat membawa tabung gas elpiji tidak dilengkapi surat menyurat atau dokumen resmi,” katanya.

Dugaan sementara, jelas Yoga, tabung elpiji itu akan diedarkan ke Kabupaten Ende. Sementara itu untuk penerima sendiri masih didalami penyidik. Hal itu dikarenakan keterangan dari sopir, dirinya hanya diinstruksikan untuk membawa barang tersebut ke Ende.

Kasus penyelundupan elpiji sendiri, kata Yoga, baru pertama terjadi yang ditangani pihak Polres Mabar. Pihaknya mendapat laporan dan pengaduan dari masyarakat.

Polisi kemudian bergerak cepat dan langsung melakukan penyelidikan sehingga ditemukan barang bukti ribuan tabung gas elpiji di atas kedua truk tersebut.

“Saat dilakukan pemeriksaan dokumen, sopir dan kernet truk tidak dapat menunjukkan dokumen izin angkut dari Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, sehingga pihak kepolisian langsung mengamankan mereka,” pungkasnya.

Menurutnya, pengiriman tabung gas elpiji dengan cara seperti itu sangat berisiko dan sangat membahayakan. Karena sesuai aturan pengiriman BBM atau tabung gas elpiji, harus menggunakan kapal khusus dan harus dilengkapi dengan dokumen pengiriman.

“Kami terus melakukan penyelidikan dan pengembangan di lapangan. Sementara sopir dan kernet saat ini diamankan polisi karena tanpa bukti dokumen resmi terkait izin pengangkutan, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 53 huruf  b Jo Pasal 23 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas,” tutup Yoga. (Edison Risal)

 

 


Halaman