
POSTNTT – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat resmi memulai langkah besar dalam digitalisasi sektor pariwisata melalui pengembangan aplikasi Gendang Mabar. Aplikasi tersebut akan diintegrasikan dengan aplikasi SiOra milik Balai Taman Nasional Komodo guna menyinkronkan data kunjungan, validasi tiket, serta menghadirkan sistem reservasi wisata yang terpadu.Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Meeting pengembangan aplikasi Gendang Mabar yang berlangsung di Ruang Rapat MBG Kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu (1/7/2026).Aplikasi Gendang Mabar dirancang sebagai gerbang digital pariwisata Kabupaten Manggarai Barat yang mengintegrasikan informasi destinasi wisata, layanan pembelian tiket, hingga verifikasi pelaku usaha pariwisata. Integrasi dengan aplikasi SiOra diharapkan mampu menciptakan tata kelola pariwisata yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, baik luring maupun melalui Zoom, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, Asisten II Pius Baut, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pariwisata, serta tim dari PT Nuansa Cerah Informasi (NCI) sebagai pengembang aplikasi.Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Fransiskus Sales Sodo menegaskan bahwa Gendang Mabar memiliki peran strategis sebagai pintu masuk dalam membangun tata kelola kunjungan wisata yang lebih modern di Manggarai Barat. Menurutnya, integrasi dengan aplikasi SiOra menjadi salah satu prioritas agar sinkronisasi data dan validasi tiket dapat berjalan optimal.”Kami berharap aplikasi ini bisa segera diintegrasikan. Ini menjadi prioritas untuk menjadi bahan evaluasi dan langkah awal yang baik,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh pelaku industri pariwisata agar implementasi aplikasi tersebut dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi semua pihak.Sementara itu, Manajer Proyek PT Nuansa Cerah Informasi (NCI), Budi, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi akan berlangsung selama 24 minggu sesuai Surat Pesanan yang telah disepakati. Pengembangan mencakup tiga komponen utama, yakni aplikasi pegawai sebagai sistem backend untuk pemerintah, portal publik berbasis web dengan fitur multi-bahasa, serta aplikasi mobile Android dan iOS yang dilengkapi e-ticket berbasis QR Code dan fitur geolokasi interaktif.Menurut Budi, proses pengembangan akan dimulai dengan tahap analisis kebutuhan dan desain antarmuka (UI/UX) selama tiga bulan pertama. Selanjutnya dilanjutkan dengan pembangunan sistem, instalasi server, hingga pengujian sistem pembayaran elektronik (Payment Gateway).Ia menargetkan pada bulan keempat hingga keenam aplikasi Gendang Mabar telah terintegrasi sepenuhnya dengan SiOra dan siap diluncurkan kepada masyarakat.”Kami juga akan memastikan aplikasi ini dapat menerima pembayaran dari seluruh bank di Indonesia serta terintegrasi dengan berbagai platform pembayaran. Untuk itu kami segera mengurus sertifikat SSL, perizinan, dan pendaftaran aplikasi di Play Store maupun App Store,” jelasnya.Selain mempermudah layanan tiket dan reservasi wisata, Gendang Mabar juga diharapkan menjadi sarana promosi destinasi wisata di luar kawasan Taman Nasional Komodo. Selama ini sekitar 95 persen kunjungan wisatawan masih terpusat pada destinasi laut di kawasan konservasi tersebut.Melalui aplikasi ini, wisatawan nantinya dapat mengakses katalog destinasi yang terbagi dalam tiga klaster utama, yaitu wisata alam, wisata pantai, dan wisata budaya. Kehadiran fitur multi-bahasa juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Manggarai Barat bagi wisatawan mancanegara.Dalam sesi diskusi, para peserta juga membahas berbagai aspek teknis, mulai dari kesiapan server, domain, hingga mekanisme pembayaran digital. Pihak pengembang meminta dukungan Dinas Pariwisata untuk penyediaan data destinasi beserta tarif wisata, serta dukungan infrastruktur dari Dinas Komunikasi dan Informatika agar proses integrasi dapat berjalan sesuai target.Melalui pengembangan aplikasi Gendang Mabar, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap tata kelola pariwisata dapat semakin modern, transparan, dan terintegrasi. Kehadiran platform digital ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan sekaligus memperkuat promosi seluruh potensi wisata Manggarai Barat, tidak hanya di kawasan Taman Nasional Komodo, tetapi juga destinasi-destinasi unggulan lainnya.(*)
