LABUAN BAJO — Panitia Pelaksana PSSI CUP II Manggarai Barat resmi menunda sementara seluruh rangkaian pertandingan turnamen sebagai bentuk empati, kepedulian, dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya.
Keputusan penundaan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi darurat yang sedang terjadi serta mengutamakan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen, mulai dari pemain, ofisial, wasit, panitia, suporter hingga masyarakat.
Ketua Harian Pelaksana PSSI CUP II Manggarai Barat, Rofinus Edison Risal, mengatakan bahwa olahraga tetap penting, namun dalam situasi bencana keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama.
“Dalam situasi seperti saat ini, keselamatan dan kemanusiaan adalah yang utama. Pertandingan dapat dilanjutkan ketika kondisi sudah aman dan memungkinkan,” ujar Rofinus.
Menurutnya, keputusan penundaan bukan semata-mata berkaitan dengan kegiatan pertandingan, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Panitia juga mengajak seluruh klub peserta, pemain, ofisial, suporter dan masyarakat Manggarai Barat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara yang terdampak bencana. Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan pihak berwenang, serta menghindari aktivitas yang berpotensi meningkatkan risiko keselamatan.
“Olahraga dapat dilanjutkan, tetapi kepedulian kepada sesama tidak boleh ditunda,” tegas Rofinus.
Panitia PSSI CUP II Manggarai Barat memastikan bahwa jadwal pertandingan selanjutnya akan diinformasikan kembali setelah dilakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi dan situasi di lapangan.
Penundaan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh insan olahraga di Manggarai Barat untuk memperkuat solidaritas dan menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang kemanusiaan, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
“ Tetap tenang, tetap waspada, dan mari bersama-sama mendoakan keselamatan seluruh masyarakat yang terdampak bencana,” tutupnya.




