POSTNTT – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus Gias, secara resmi melantik Hipolitus Darmin sebagai Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Wae Medu. Dalam kesempatan tersebut, Agustinus menegaskan pentingnya prinsip No One Left Behind atau tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan Kepala Sekolah SDK Wae Medu berlangsung di Aula Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu (1/7/2026). Acara tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam memperkuat tata kelola pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan.Dalam sambutannya, Agustinus Gias menegaskan bahwa prinsip No One Left Behind harus menjadi pedoman bagi Hipolitus Darmin dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah. Menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan tanpa terkecuali.”Jika ditemukan ada anak yang tidak bersekolah karena alasan ekonomi, disabilitas maupun alasan lainnya, segera bangun koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Prinsipnya, No One Left Behind,” tegas Agustinus.Ia menjelaskan, perhatian terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak penyandang disabilitas dan mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat.Selain menekankan pendidikan yang inklusif, Agustinus juga mengingatkan masih adanya dua persoalan utama yang harus menjadi perhatian seluruh kepala sekolah, yakni rendahnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik serta masih tingginya angka anak tidak bersekolah.Berdasarkan data Rapor Pendidikan Tahun 2025, kemampuan literasi siswa di Kabupaten Manggarai Barat baru mencapai 55,2 persen. Sementara itu, angka anak tidak bersekolah masih berada di kisaran 13 persen dari total penduduk usia sekolah.Menurutnya, kondisi tersebut merupakan tantangan besar yang membutuhkan kerja sama seluruh kepala sekolah, guru, pemerintah, orang tua, dan masyarakat agar kualitas pendidikan di Manggarai Barat terus meningkat.Agustinus juga berharap Hipolitus Darmin mampu membangun organisasi sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, menjadi manajer yang andal dalam tata kelola sekolah, sekaligus menjadi teladan dalam integritas, kolaborasi, dan inovasi.Ia menekankan bahwa kepala sekolah perlu memberikan ruang bagi guru dan tenaga kependidikan untuk terus berinovasi serta memanfaatkan teknologi informasi guna mendukung proses pembelajaran. Dengan demikian, sekolah dapat berkembang menjadi organisasi pembelajaran yang modern dan profesional.Hipolitus Darmin diangkat sebagai Kepala Sekolah SDK Wae Medu berdasarkan Keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor BKPSMD.821/1018/VI/2026 tentang Pengangkatan Kepala Sekolah pada Satuan Pendidikan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.Sebelum menduduki jabatan tersebut, Hipolitus Darmin bertugas sebagai kepala sekolah sekaligus tenaga pengajar di SDI Daleng, Kecamatan Lembor. Adapun jabatan Kepala Sekolah SDK Wae Medu sebelumnya diemban oleh Rofina Uni, S.Pd., sebagai Pelaksana Tugas. (*)
