Kasus Pemukulan Wasit Sudah Ditangani Kepolisian, Panitia Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum dan Jangan Halangi Kelanjutan Pertandingan.

Labuan Bajo, PostNTT.com— Panitia Pelaksana PSSI Cup II Manggarai Barat menyampaikan bahwa insiden pemukulan terhadap wasit dalam pertandingan telah ditangani oleh pihak Kepolisian. Panitia menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Panitia mengimbau seluruh pihak, baik pemain, ofisial, suporter, peserta turnamen maupun masyarakat, untuk menghormati proses hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Panitia juga menegaskan bahwa pasca pelaporan secara resmi ke pihak kepolisian, tentu pihak kepolisian sudah mulai bekerja. Biarkan berproses sesuai SOP kepolisian.

Oleh sebab itu panitia meminta kepada semua pihak agar proses tersebut tidak mengganggu keseluruhan pelaksanaan turnamen yang sejak awal dibangun sebagai ruang kompetisi, silaturahmi dan pembinaan sepak bola di Manggarai Barat.

Sekali lagi panitia meminta semua pihak untuk tidak menghalangi atau menghambat kelanjutan pertandingan PSSI Cup II. Seluruh keputusan terkait jadwal dan tahapan pertandingan akan dilaksanakan berdasarkan regulasi turnamen serta hasil koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Panitia memahami adanya berbagai pendapat dan kritik yang berkembang di ruang publik. Namun, panitia meminta agar setiap informasi disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak membangun tudingan yang belum terbukti.

Sejak awal, panitia berkomitmen menyelenggarakan PSSI Cup II secara profesional, sportif dan transparan. Setiap persoalan yang muncul akan diselesaikan melalui mekanisme dan aturan yang berlaku.Mari kita pisahkan antara insiden yang sedang diproses secara hukum dengan keberlangsungan turnamen.

Jangan biarkan satu insiden menghapus semangat sportivitas dan kebersamaan yang telah dibangun bersama.

Panitia mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional.

PSSI Cup II harus tetap berjalan. Sepak bola harus menjadi ruang persaudaraan, bukan ruang konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *