POSTNTT.COM — Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Manggarai Barat selama satu tahun terakhir. Capaian tersebut mencakup sektor ekonomi dan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, lingkungan hidup hingga tata kelola pemerintahan. Paparan itu disampaikan Bupati Edi dalam Pidato Radio yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kabupaten Manggarai Barat, di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026) malam.
Mengawali pidatonya, Bupati Edi mengajak seluruh masyarakat Manggarai Barat menundukkan kepala dan berdoa bagi para korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurutnya, perayaan HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar agenda seremonial atau rutinitas tahunan. Momentum tersebut harus menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja membangun daerah.
“Tugas kita saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mewujudkan mimpi masyarakat yang tercermin dalam kebaikan hidup dan kesejahteraan, melalui kerja keras, kerja cerdas, dan karya nyata yang membanggakan kita semua,” ujar Bupati Edi.
Ia mengatakan, tema HUT RI ke-81, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Manggarai Barat, yakni “Mabar Bangkit Menuju Mabar Semakin Mantap.”
Ekonomi dan Pariwisata Meningkat
Dalam pidatonya, Bupati Edi menyebut sejumlah indikator makro daerah menunjukkan tren positif. Pada sektor pariwisata, Indeks Pariwisata Inklusif meningkat dari 63,95 persen pada 2024 menjadi 65,28 persen pada 2025. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Manggarai Barat naik dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,82 persen pada 2025.
Menurut Bupati Edi, capaian tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur. PDRB per kapita juga mengalami peningkatan dari Rp16,62 juta pada 2024 menjadi Rp17,75 juta pada 2025.
“Kabupaten Manggarai Barat kini tampil sebagai magnet investasi yang dilirik investor lokal maupun internasional,” kata Bupati Edi.
Kualitas SDM Terus Meningkat
Di sektor sumber daya manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Manggarai Barat meningkat dari 67,84 pada 2023 menjadi 69,20 pada 2025. Usia harapan hidup juga meningkat dari 72,86 tahun pada 2024 menjadi 73,24 tahun pada 2025. Sedangkan rata-rata lama sekolah naik dari 8,21 tahun menjadi 8,26 tahun. Bupati Edi menekankan pembangunan SDM menjadi salah satu kunci penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk dalam upaya menekan angka stunting serta angka kematian ibu dan bayi.
Kemiskinan dan Pengangguran Menurun
Pada sektor sosial, tingkat kemiskinan di Manggarai Barat turun dari 16,74 persen pada 2024 menjadi 16,09 persen pada 2025. Angka tersebut, menurut Bupati Edi, lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi NTT yang berada di angka 18,6 persen. Sementara tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan, dari 3,47 persen menjadi 3,32 persen.
Infrastruktur dan Perumahan
Di bidang infrastruktur, hingga 2025 Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah membangun jalan strategis sepanjang 267,42 kilometer. Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan tambahan pembangunan jalan strategis sepanjang 14,62 kilometer. Untuk sektor perumahan, sepanjang periode 2022-2025 telah terealisasi pembangunan 718 unit rumah layak huni. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan tambahan sebanyak 560 unit rumah.
Kualitas Lingkungan Meningkat
Bupati Edi juga memaparkan capaian di bidang lingkungan hidup.Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) meningkat dari 74,89 pada 2024 menjadi 77 pada 2025. Selain itu, kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai melalui Peraturan Bupati Manggarai Barat Nomor 16 Tahun 2025 turut diarahkan untuk memperbaiki pengelolaan sampah. Indeks Pengelolaan Sampah meningkat dari 26,10 menjadi 38,40.
Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola
Pada sektor pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi meningkat dari 69,31 menjadi 70,18 dengan predikat “Sangat Baik.” Nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK juga meningkat dari 52 menjadi 75. Pemkab Manggarai Barat turut mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama tujuh tahun berturut-turut. Sementara itu, Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tetap berada di angka 3,47 dan menjadi yang tertinggi di Provinsi NTT selama tiga tahun berturut-turut.
Mabar Harus Berdaulat atas Potensi Daerah
Dalam pidatonya, Bupati Edi menekankan bahwa pembangunan Manggarai Barat tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Menurutnya, daerah juga harus memiliki kedaulatan dalam mengelola tanah, laut, budaya dan seluruh potensi yang dimiliki.
“Kedaulatan sejati adalah ketika Manggarai Barat tidak hanya menjadi etalase wisata dunia, tetapi juga tuan atas rumahnya sendiri, tanah, laut, dan budayanya. Keadilan adalah napas pembangunan. Kemakmuran adalah dapur yang tidak lagi kekurangan gizi,” tegasnya.
Di akhir pidatonya, Bupati Edi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD, Forkopimda, para kepala desa, TNI-Polri, insan pers, akademisi, pelaku usaha serta seluruh panitia HUT RI ke-81 yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan penyelenggaraan berbagai kegiatan kemerdekaan.
“Kekuatan Manggarai Barat bukan terletak pada satu tangan, tetapi pada tangan-tangan yang bersatu. Ketika kita bersatu, Manggarai Barat bangkit; ketika kita berkolaborasi, Manggarai Barat melangkah semakin mantap. Mabar Bangkit, Mabar Semakin Mantap. Dirgahayu Republik Indonesia!” pungkasnya.









