POSTNTT.COM – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, turut menyebabkan kerusakan parah di Desa Wae Kanta, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Gempa tersebut terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.58 WITA.
Berdasarkan informasi yang diterima, pusat gempa berada di wilayah laut dengan jarak sekitar 38 kilometer dari Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Dampak gempa dirasakan hingga wilayah Manggarai Barat dan menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Di Desa Wae Kanta, hingga Minggu, 16 Agustus 2026, tercatat sebanyak 120 rumah mengalami kerusakan berat.
Kepala Desa Wae Kanta, Jefri Hasan, mengatakan jumlah masyarakat yang terdampak diperkirakan mencapai 210 kepala keluarga (KK). Saat ini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan terpaksa mengungsi dan tidur di tenda-tenda pengungsian. Kondisi pengungsian juga masih membutuhkan perhatian serius karena satu tenda harus ditempati sekitar 5–6 KK.
“Warga saat ini membutuhkan tenda dan terpal. Satu tenda ditempati sekitar lima sampai enam KK. Pasokan makanan juga mulai berkurang,” demikian informasi yang disampaikan Jefri Hasan.
Lanjutnya, selain kebutuhan tempat berlindung, kebutuhan mendesak lainnya adalah makanan, air bersih, obat-obatan dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
Jefri menerangkan bahwa Pemerintah Desa Wae Kanta telah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Daerah agar dapat segera mendapatkan penanganan dan bantuan. Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup parah, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa. Sementara warga yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan.
Jefri juga menyampaikan bahwa kerusakan pada sejumlah rumah bertambah akibat gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama pada Sabtu pagi. Kondisi tersebut membuat warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian karena khawatir kembali ke rumah yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Masyarakat Desa Wae Kanta berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat segera memberikan bantuan, terutama berupa tenda pengungsian, terpal, makanan, air bersih, obat-obatan serta kebutuhan dasar lainnya. Penanganan dan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan masih terus dilakukan untuk mengetahui secara lebih pasti dampak gempa di wilayah tersebut.









