POSTNTT.COM — Kondisi warga terdampak gempa bumi di Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, khususnya di sekitar kawasan Pelabuhan Kedindi, mulai memprihatinkan. Selain menghadapi kerusakan rumah dan kehilangan anggota keluarga, warga kini mulai mengalami keterbatasan persediaan makanan.
Informasi tersebut disampaikan Andri, warga setempat, yang mengatakan bahwa hingga saat ini sedikitnya dua orang meninggal dunia akibat gempa. Kedua korban merupakan warga lanjut usia (lansia).
Dampak gempa juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada permukiman warga.
“Sekitar 125 rumah mengalami kerusakan parah, sementara lebih dari 200 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 400 kepala keluarga (KK) terdampak bencana tersebut,” ungkap Andri.
Menurut Andri, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah bahan makanan dan air bersih. Bantuan yang dibutuhkan antara lain beras, mi instan, telur, dan air minum.
“Untuk saat ini sumber makanan sudah mulai menipis. Warga membutuhkan bantuan pasokan makanan dari luar kampung,” ujar Andri.
Keterbatasan pasokan menjadi persoalan serius karena warga masih berada dalam situasi darurat dan sebagian belum dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Warga berharap bantuan dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, maupun masyarakat dari luar wilayah dapat segera disalurkan.
Untuk tempat berlindung sementara, warga mendirikan sejumlah posko secara mandiri di sekitar permukiman. Sebagian lainnya menggunakan lapangan sepak bola sebagai lokasi berkumpul dan tempat pengungsian sementara.
Warga berharap pendataan terhadap korban dan kerusakan dapat segera dilakukan secara menyeluruh, sekaligus memastikan distribusi bantuan menjangkau seluruh keluarga yang terdampak. Dengan kondisi stok makanan yang mulai menipis, pasokan bantuan dari luar kampung dinilai sangat mendesak agar kebutuhan dasar warga dapat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.









